Kamis, 20 Oktober 2011

Entahlah

Tuhanku..
Malam ini kumerindu
Tak peduli siapa dirinya

Sekelebat bayangan yang selalu menari
Berjejal di kepala
Tanpa kepastian

Semilirnya angin
Terhempaslah dedaunan kalbu
Embun pagi yang sejuk
Mendamaikan

Tuhanku
Kini ku merindu
Kepada siapa nak ku mengadu
Entah mengadu atau mengaduh

Hampa
Tak ada lagi ceria
Tersisa hanya guratan kekecewaan
Menjuntai mesra di relung jiwa

Menjadi rapuh
Menjadi lemah
Dan akhirnya mati
Ditelan bumi

0 komentar:

Poskan Komentar

Ayo ungkapkan pendapat kamu...