Pages

Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Fenomena Main Hakim Sendiri dan Masyarakat Sakit Jiwa



Oleh Wongbanyumas
Belakangan ini kita sering menonton atau membaca berita mengenai begal. Mulai dari banyaknya begal yang beraksi merampas motor sampai dengan berita adanya begal yang dikeroyok dan bahkan di bakar massa. Masyarakat merasa sangat resah dengan adanya begal. Hal ini tentunya membatasi ruang gerak masyarakat. Karena ketakutan sewaktu-waktu akan menjadi korban.

Nasib Negeriku


Oleh Wongbanyumas
Negeriku, Indonesia. Diberkahi dengan kekayaan alam berlimpah namun sebagian besar rakyat negeri ini hidup dalam alam kemiskinan dan ketertinggalan. Lima puluh sembilan tahun negeri ini merdeka namun belum bisa mensejahterakan rakyatnya. Kemiskinan bukan hal yang sulit ditemukan diberbagai kota. Angka pengangguran kerja yang tinggi menjadi suatu pemandangan biasa. Minimnya pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis juga memperparah keadaan anak bangsa.

Pemuda dan Perubahan Bangsa; Refleksi Peringatan Sumpah Pemuda



Oleh Wongbanyumas
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertanah air satu, berbahasa satu, dan berbangsa satu yakni Indonesia. Itulah kutipan semangat sumpah pemuda yang telah diikrarkan para pendahulu kita. Ya kitalah para pemuda yang menjadi motor penggerak perubahan.
Para pemimpin kita saat ini dahulunya merupakan pemuda. Pahlawan proklamasi kita Bapak Sukarno pun memulai perjuangannya di usia muda. Di umur dua puluh satu tahun mendirikan Partai Nasionalis Indonesia.

Mendefinisikan Kebahagiaan

Oleh Wongbanyumas

Sebelumnya saya sedang memikirkan hendak menulis apa di blog. Lalu saya segera membuat status di BBM saya dan menanyakan "apakah definisi kebahagiaan menurut kamu?". Rupanya pertanyaan saya ini mendapatkan respon dari banyak teman. Berikut ini adalah diantaranya:

Menemukan Kebahagiaan

Oleh Wongbanyumas
Punya keinginan dalam waktu dekat ini? Misalnya ingin karir menanjak atau lancar jodoh? Jangan pergi ke dukun yah. Selain ga berguna datang ke dukun juga musyrik lho. Kalau kebanyakan masyarakat kita ketika ingin sesuatu yang instan menggunakan jalur supranatural (aneh). Ini bukan hal yang asing dikalangan masyarakat. Ada warung makan yang ingin dagangannya laris bukannya bikin makanan yang enak malah justru datang ke ‘si mbah’ dan minta azimat ini itu.

Bosan Tahun Baru

Oleh Wongbanyumas

Ah lagi-lagi sekali saja sama. Perayan tahun baru selalu dengan kegiatan yang monoton. Kalau bukan bermain fireworks ya bakar ayam. Kalau bukan nonton konser ya palingan Cuma arak-arakan keliling kota. Kembang api, petasan, kondom, dan minuman keras omsetnya naik drastis. Malam tahun baru selalu dirayakan dengan hura-hura. Coba dihitung berapa banyak uang yang berputar selama pergantian tahun masehi tersebut. Tentunya secara kasar sangat besar dan sanggup menembus angka miliyaran rupiah.

Uang sebanyak itu hanya dihabiskan semalam. Paginya datang tanpa menimbulkan sesuatu dampak apapun. Hanya euforia tentang tahun yang baru. Ah seandainya kita bisa lebih bijak. Saya pribadi tidak mau larut dalam perayaan pesta menyambut tahun baru. Itu bukan budaya yang patut ditiru. Pemborosan yang luar biasa selalu terjadi pada perayaan tahun baru.

Okelah kalau ada teman yang merayakannya silahkan saja. Tapi mungkin kalau saya sedikit saran mbok ya jangan foya-foya lah. Makan malam bersama keluarga bisa jadi merupakan acara yang asyik. Mungkin sebagian diantara pembaca banyak yang sudah jauh dari keluarga karena sibuk bekerja. Cobalah hangatkan kembali suasana rumah anda.

Di satu sisi yang lain sedang foya-foya, di lain sisi ada yang masih harus menahan lapar. Nampaknya sangat tidak adil. Dengan mudahnya mereka yang berfoya-foya mengeluarkan uang ratusan ribu sampai jutaan hanya untuk memenuhi syahwatnya selama satu malam. Halah.. malam tahun baru buat saya hanyalah perayaan sampah yang tak berguna.

Hidup Realistis

Oleh wongbanyumas

Sebagian kita punya mimpi dan keinginan. Sebagian kita punya begitu banyak pemikirin tentang bagaimana kita hidup itu seharusnya. Bahwa hidup itu harus indah dengan harta melimpah. Bahwa hidup itu harus dinikmati bersama istri yang cantik di sebuah rumah yang megah. Bahwa kita tidak pernah menemukan kesulitan dalam hidup.

STOP..!!
Berhentilah bermimpi. Tak ada larangan soal mimpi bagaimaa hidup kita jalani. Tak ada yang melarang kita untuk mempunyai cita-cita. Namun belajarlah untuk ikhlas dan menerima apa yang tuhan telah berikan untuk kita. Kalau hari ini kita jalan kaki besoknya kita mendambakan naik motor. Namun ketika motor sudah kita miliki kita akan bermimpi punya mobil. Begitulah keinginan dan cita-cita. Tak pernah ada habisnya.

Lalu bagaimana kita menjalani hidup?
Ikhlaslah. Itu kunci mendapatkan kebahagian di dunia dan akhirat. Ikhlas erat dengan syukur. Keduanya merupakan sarana menuju kedamaian hidup di dunia. Marilah kita mulai belajar untuk ikhlas dan bersyukur atas setiap nikmat yang Allah Swt berikan kepada kita.

Mimpi Basah. So What?

Oleh Wongbanyumas

Pernah gak sih pagi-pagi saat kalian bangun merasakan ada sesuatu yang basah dan lengket di celana? Atau merasakan mimpi yang ‘sangat luar biasa’ ketika malam. Bagi kaum pria yang sudah dewasa biasanya pernah mengalami hal ini. Ya dinamakan wet dream alias mimpi basah. Bahasan kita kali ini tidak akan menyentuh kepada hal yang bersifat porno dan vulgar loh ya.

Manusia diciptakan fitrahnya untuk hidup berpasangan dan saling mencintai satu sama lain. Rasa cinta itu tuhan anugerahi pula dengan kemampuan reproduksi alias instingtif terhadap kebutuhan seksual. Organ seksual akan menuju sempurna pada waktunya. Kesempurnaan organ seksual itu juga menjadi pertanda awal babak baru kedewasaan.

Mimpi basah adalah sebuah peristiwa penting bagi seorang anak laki-laki. Ia akan dianggap telah dewasa bila telah mengalaminya. Namun apakah para pembaca sekalian mengetahui mengapa bisa terjadi mimpi basah? Mimpi basah terjadi ketika kantong sperma telah penuh dengan sperma yang dihasilkan oleh testis.Akibatnya kantong sperma yg telah penuh tidak bisa menampung lagi, dan akhirnya dikeluarkan melalui penis pada saat seorang laki laki mengalami mimpi basah.
Semoga sedikit tulisan ini membantu.. ^^

Lempar dan Buang Saja Sajadahmu Kawan

Oleh Wongbanyumas

Seperti biasanya hari ini- jum’at, adalah hari spesial bagi ummat islam khususnya kaum adam. Pada hari ini kami selalu melakuan ritual suci berjamaah. Setiap hari ini kami melakukan pertemuan akbar sesama ummat islam. Kebanyakan orang menyebutnya sholat jum’at. Buat ku ini adalah sebuah ritual sakral dan media silaturahim.

Oke lah terlepas dari itu sholat jum’at juga punya makna khusus. Ummmat islam sering disibukkan dengan pekerjaannya, kantornya, usahanya, anaknya, istrinya, dll. Kesemua itu sangat ampuh untuk melalaikan manusia untuk memikirnya saudaranya sendiri. Saudara tak melulu hanya berdasarkan ikatan kekeluargaan atau ikatan darah. Dalam agama ini saudara didefinisikan adalah setiap manusia yang menyembah tuhan yang sama dan mengakui nabi yang sama, Allah swt dan Muhammad Rasulullah.

Apa makna khusus jum’atan? Sebagian kita mungkin hanya menganggapnya sebagai ritual rutin (yang mungkin membosankan). Sebagian lagi mungkin ada yang menjadikannya momen mencari penghasilan dengan berdagang di halaman masjid. Adakah yang pernah terlintas bahwa ibadah spesial ini merupakan sebuah rapat akbar? Ya rapat akbar. Mungkin kalian tidak menyadari bahwa ibadah ini merupakan sebuah rapat akbar rutin bagi kita, kaum muslimin.

Setiap hari ini kita dikumpulkan di sebuah tempat agung bernama masjid. Kita duduk bertelekan di atas permadani atau tikar lusuh bersama. Lantunan dzikir pembuka ibadah dan nyenyanyian al-qur’an meluncur dari bibir mereka yg lebih awal hadir di sana. Kemudian dilanjutkan dengan orasi ilahiah sang khatib sebanyak dua kali yang dipisahkan oleh duduk dan diamnya sang orator.

Tugas seorang orator ilahiah ini bukan sekadar bercuap ria. Dia bertugas memimpin dan mengarahkan para peserta rapat akbar ini. Ibarat sebuah kelompok orkestra sang khatib adalah kondaktur yang memainkan tongkatnya. Dia yang mengarahkan para pemain musik agar harmoninya sesuai partitur utama.

Jadi teringat dengan sebuah kovensi besar parta politik. Di sana hadir berbagai macam dan rupa manusia. Ada yang tampan nan rupawan ada pula yang rupanya menyeramkan tak beraturan, ada yang tinggi dan ada pula yang belum tinggi, ada yang kaya dan ada pula si miskin jelata. Berdirilah dia atas podium tertinggi di depan mereka seorang yang dianggap suci. Orang suci itu hanya memberikan wejangan, nasehat, dan membakar semangat para peserta. Di mata ku ritual jum’at nampaklah seperti itu. Sang khatib hanya memberikan nasihat, wejangan, dan membakar semangat agar sesiapa yang hadir tetap istiqamah.

Setelah orasi ilahiah dilajutkan dengan prosesi puncak, shalat. Inilah di mana kebingunganku muncul. Tapi tidak semua shalat jum’at aku merasakannya. Akau hanya merasakan ini di masjid yang memiliki karpet dengan corak sajadah. Aku kurang menyukainya! Karpet dan sajadah itu jusru menimbulkan ketidak khusyuan dan perpecahan. Kenapa aku bilang demikian? Coba saja kalian cermati pola di karpet tersebut yang nampak seperti sajadah tunggal. Para jamaah malah fokus untuk sholat satu persatu sesuai pola sajadah tersebut.

Padahal sesungguhnya kalau kita teliti dan cermati ada begitu banyak spasi antara orang dan orang lain dalam satu shaf. Sedangkan ketika shalat hendak dimulai imam pasti mengigatkan untuk merapatkan shaf dan barisan. Imam pun mengingatkan bahwa rapat dan lurusnya shaf adalah syarat sahnya shalat. Nah lho? Lalu shalat jemaah kita selama ini bagaimana? Silahkan anda jawab sendiri yah. Hee....

Menghargai Kebaikan Besar

Oleh Wongbanyumas

Ketika jaman saya kuliah dulu sering merakan yang namanya kepepet secara finansial. Mungkin bahasa simplenya lagi seret lah. Kerap kali ketika masa seret itulah kita putar otak dan cari akal agar ada pemasukan untuk memperlancar roda kehidupan. Nah salah satu usahanya adalah dengan mengajukan pinjaman alias ngutang sama teman sebelah kamar atau teman samping bangku saat kuliah.

Mungkin hal ini terlihat sepele kali ya. Seandainya kita mencermati dan memandang hal ini akan nampak bagaimana sikap kita menghargai orang lain. Sering kali kita bersikap baik kepada teman kita ketika hendak meminta bantuan. Namun ingatkah kita bahwa kebaikan yang teman kita berikan itu hanya sedikit? Ada lebih banyak lagi kebaikan yang diberikan pada kita.

Coba kalian hitung berapa banyak kebaikan yang telah orang tua berikan? Bisa kalian hitung atau kalian kurs kan dalam rupiah? Tentunya tidak bisa. Tetapi inilah fakta yang terjadi kepada kebanyakan kita. Terkadang orang lebih menghargai kebaikan yang sedikit dari pada kebaikan yg lebih banyak dan lebih besar.

Tak sedikit pula kebaikan yang dilimpahkan Nya kepada kita. Mulai kita bangun tidur sampai dengan kita bangun tidur kembali diliputi kebaikan dan berkah dari Allah swt. Tapi hanya sedikit yang pandai bersyukur.

Aku Masih Miskin

Oleh Wongbanyumas

Indonesia, negara yang dilimpahi berkah dan nikmat begitu banyak dari Allah swt. Sejak jaman dahulu kala banyak negara yang mengakui bahwa negeri kita adalah negeri yang kaya, gemah ripah loh jinawi. Negara-negara besar kala itu tak segan mengeluarkan dana dan tenaga yang besar guna melakukan invasi ke indonesia. Demi menjarah anak negeri dan merampas setiap inchi tanah di bumi pertiwi. Inggris, portugis, Belanda, dan jepang adalah negara yang mengincar kekayaan alam indonesia. 

Sampai dengan saat ini negeri kita juga tetap dikenal sebagai negeri kaya nan indah. Zamrud katulistiwa, disematkan kepada negara yang berada pada garis katulistiwa. Kalau dilihat melalui satelit via google earth maka kita akan menemukan sebuah pemandangan luar biasa mengenai indonesia. Gugusan pulau yang menghijau memanjang bak untaian zamrud. Tak ada yang meragukan kekayaan negeri ini.

Namun semua itu tidak berbanding lurus dengan keadaan sebagian besar rakyat indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh PBB lebih dari lima puluh persen penduduk indonesia penghasilan pertahunnya berada di bawah standar. PBB menetapkan sebuah standar yang menurut aku itu adalah standar yang rendah untuk mengetahui seberapa besar angka penghasilan dan seseorang. Siapa saja yang penghasilannya berada di bawah standar itu maka disebut sebagai poor country alias negara MISKIN.

Label negara miskin disematkan kepada indonesia. Penghasilan penduduknya rata-rata tak lebih dari enam juta rupiah pertahun. Sebuah statistik yang menggambarkan sebuah keanehan. Bagaimana mungkin negara yang memiliki beragam potensi kekayaan alam ini masuk ke dalam daftar negara miskin? Apa sih yang tidak ada di indonesia? Emas, perak, tembaga, minyak, batu bara, panas bumi, nikel, padi, kelapa, cokelat, dll.  Semuanya ada di indonesia, bahkan sumber daya manusia yang handal dan cerdas juga banyak. Apa yang salah dengan negeri ini?

Sempat aku menyaksikan beberapa kali seorang pria gempal berbadan tegap mengumumkan status pertumbuhan ekonomi di indonesia. Pria tambun itu sering masuk televisi dan memberikan pernyataan. Mereka memanggilnya dengan panggilan SBY atau lebih singkatnya SiBu(a)Ya. Sudah tujuh tahun pria gendut itu memimpin namun tak juga menunjukkan arah perbaikan dan stabilitas. Si gendut selalu memberikan lip service soal angka pertumbuhan ekonomi negara kita yang tinggi dan membaik.

Faktanya masih banyak gembel yang berkeliaran di pelosok negeri. Mengais tempat sampah dan gundukan-gundukan sisa makanan di restoran. Mencari apa yang bisa mereka makan untuk mengganjal perut mereka malam ini. Mana pernah terbersit dalam pikiran mereka soal pasar modal, index harga saham, serta beberapa tetek bengek yang disebutkan oleh sibuya. Mereka hanya tau bahwa hari ini harga beras mahal. Mereka hanya tahu bahwa hari ini untuk memperoleh pekerjaan itu sulit. Kaum miskin hanya tahu bahwa mereka tetaplah MISKIN, tak seperti yang diucapkan sibuya bahwa kesejahtreaan masyarakat membaik.

Kebohongan publik kah ini? Pembodohan sistematis kah ini? Aku tak tahu apa yang terjadi di negeri ini. Negara ini seharusnya menjadi sebuah negara besar dan adidaya. Menjadi negara yang terhormat dalam pergaulan internasional serta disegani. Mimpi ku adalah melihat negeri ini besar  dan sejahtera. Pemimpin negeri ini harus bisa memberikan jaminan kesejahteraan dan kemakmuran. Semua sarana telah disediakan oleh Allah swt. Tuhan telah memberikan modal pembangunan bagi negeri ini berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah.

Bukankah indikator keberhasilan seorang pemimpin negara adalah ketika dia bisa membuat rakyatnya tidur tenang dalam keadaan perut kenyang. Tak perlulah pimpinan yang hanya bisa tebar janji ataupun tebar pesona. Kami lapar dan kami tidak butuh semua dagelan konyol yang kalian pertontonkan wahai para elit negara. Sesungguhnya kami muak dan hampir putus asa melihat tingkah laku kalian melalui kotak kaca di rumah kami.

Ya tuhan apa yang sesungguhnya melanda negeri kami? Apakah ini cobaan agar kami semakin kuat ataukah ini adalah azab lantaran pimpinan kami. Pemimpin negeri ini yang tidak bisa berlaku adil terhadap kami. Pemimpin yang tega menzalimi anak-anak, ibu hamil, dan pemuda miskin. Ya tuhan berilah kami kemudahan untuk menatap kedepan menyongsong zaman keemasan negeri ini. Berikan kami pemimpin yang taat padamu dan mencintai kami sebagai rakyatnya.

Mungkin tulisan ini adalah salah satu caraku untuk meluapkan kekesalan. Lebih baik demikian dari pada aku harus mengamuk bak orang gila. Beginilah caraku untuk meluapkan emosi bahwa aku telah tertipu oleh si gendut. Inilah pengakuan ku bahwa AKU MASIH MISKIN.

Tahun Baru, Kondom dan Alkohol


Oleh Wongbanyumas

Tahun baru, sebuah momen yang mungkin sangat ditunggu oleh sebagian orang di negeri ini. Momentum pergeseran waktu menuju awal tahun yang baru. Semarak dan gegap gempitanya membuat orang tersihir dan terhenti sementara waktu. Puluhan bahkan ratusan juta rupiah menggasak kantong kala tahun baru tiba. Lihatlah bagaimana semaraknya pesta kembang api di berbagai tempat dan daerah. Bahkan di TMII sampai menghabiskan dana dua milyar. Dana yang tidak sedikit tentunya dijaman yang makin sulit ini.
 
Jika kita bisa bijak melihat fenomena perayaan tahun baru ini kita akan melihat adanya ketidakmanfaatan. Sebenarnya apakah yang diperoleh ketika melalui pergantian tahun masehi dengan kegiatan yang hura-hura? Hanya memperoleh kesenangan yang manfaatnya kurang terasa. Padahal kita hari ini masih bisa menyaksikan berapa banyak saudara kita yang masih harus berfikir bagaimana cara untuk makan esok hari. Tetapi sebagian orang lain dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk kegiatan yang kurang bermanfaat dan cenderung mubazir.

Hal yang paling mengkhawatirkan justru adanya budaya hedon yang memperbolehkan untuk melakukan apapun(permisif). Alkohol bukan lagi jadi barang yang tabu bagi masyarakat. Seolah ketika malam pergantian tahun setiap orang boleh melakukan apa saja yang dilarang. Minum minuman keras serta melakukan pesta seks menjadi agenda dalam perayaan pergantian tahun ini.

Tak ayal di berbagai tempat yang menjadi pusat kegiatan perayaan malam itu ketika pagi akan ditemukan berbagai sampah. Berbagai botol minuman keras dari bermacam merek ditemukan. Bahkan yang lebih biadab lagi ditemukan kondom. Naudzubillah…

Keadilan Sulaiman

Oleh Wongbanyumas

Alkisah disebuah negeri yang makmur dan sejahtera hiduplah seorang raja yang dikenal sebagai raja yang adil dan bijak, Sulaiman namanya (versi lain king Solomon). Sulaiman adalah seorang raja sekaligus sebagai Nabi utusan Allah SWT. Sebagai seorang hamba Allah yang saleh Sulaiman selalu ingat kepada Allah kapan dan dimanapun ia berada. Kesadaran Sulaiman akan pengawasan Allah membuatnya bertindak berdasarkan aturan dalam agamaNya. Tidak hanya sebagai raja Sulaiman juga mempunyai tugas untuk memberikan putusan apabila terdapat sengketa diantara warganya. Tugas Sulaiman tersebut layaknya seorang hakim dalam pengadilan. Sulaiman terkenal sangat adil dalam memutus.
 
Di tempat lain hiduplah dua keluarga petani yang bertetangga. Keluarga ini sama memiliki anak bayi laki-laki yang masih berumur di bawah tiga tahu. Suatu ketika dua petani wanita dari dua keluarga tersebut pergi ke ladang mereka. Tak lupa anak mereka pun turut dibawa menuju ladang. Karena pekerjaan berladang maka dua bocah mungil tersebut ditempatkan dalam sebuah saung agar terhindar dari panas dan teriknya udara siang. Dua bocah mungil itu masih dalam balutan kain (bedongan) dan menggeliat-geliat.
 
Tanpa disadari oleh kedua wanita tersebut muncullah seekor harimau besar dari balik rimbunnya ilalang. Harimau tersebut memangsa salah satu bocah yang tidak berdaya tersebut. Tak ayal bocah malang tersebut menjadi menu santap siang sang raja rimba. Dua ibu tersebut masih asyik berladang dan tidak menyadari bahwa salah satu dari anak tersebut telah dimangsa oleh sang raja hutan.

Sampai pada akhirnya waktu istirahat siang tiba. Kedua ibu tersebut kaget dan heran melihat hanya ada satu bayi yang masih ada di saung. Mereka baru menyadari ternyata salha satunya telah dimangsa hariimau. Ibu yang bayinya telah dimangsa oleh harimau langsung mendakui bahwa anak yang berada di saung tersebut adalah anaknya. Seraya memeluk bayi yang bukan anaknya ibu tersebut berujar "ini anak ku, anak mu telah dimangsa oleh harimau". Tentu saja ibu asli bayi tersebut tidak dapat menerimanya karena memang itu adalah darah dagingnya.

Kedua terus memperebutkan anak tersebut dan diantara keduanya tidak ada pengertian dan mau mengalah. Hingga pada akhirnya mereka sepakat untuk mengajukan kasus ini kepada Sulaiman. Mereka pun menghadap kepada Sulaiman di istananya. Kedua ibu tersebut memohon kepada Sulaiman agar dapat memutus secara adil terhadap sengketa mereka. Singkat cerita kedua ibu tersebut menceritakan krono;ogis kejadian menurut versi masing-masing.
 
Sampai pada waktunya bagi sulaiman untuk memutus perkara ini. Sulaiman menanyakan keinginan para ibu yang bersengketa tersebut. Ternyata semua tetap kekeuh dengan pendiriannya agar bayi tersebut merupakan anaknya. Sulaiman yang bijak pun berfikir untuk memutus secara adil. Tiba-tiba ibu palsu berteriak kepada Sulaiman "wahai Sulaiman belah saja anak itu menjadi dua agar adil". Lalu ibu asli menjawab "jangan wahai rajaku, aku ikhlaskan anak ku agar dirawat oleh ibu itu". Ibu palsu tetap ngotot "belah saja bayi tersebut menjadi dua". Ibu asli bayi tersebut langsung menangis dan berujar "wahai Sulaiman ibu mana di dunia ini yang rela melihat anaknya dibunuh di depan mata".

Sejenak setelah mendengan pernyataan ibu asli, Sulaiman mendapatkan jawaban mengenai vonnis yang akan dijatuhkan. Sulaiman langsung memutus bahwa bayi tersebut harus diserahkan kepada ibu yang lebih memilih menyerahkan anak tersebut untuk dirawat ibu yang lain. Sedangkan ibu yang mengaku-ngaku anak tersebut mendapatkan hukuman karena telah melakukan kebohongan.

Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran mengenai bagaimana sikap seorang hakim dalam memutus perkara. Hakim yang baik dapat memutus berdasarkan pertimbaangan akal dan nurani. Logika yang bermain adalah logika hukum dan keadilan. Berbeda dengan logika peradilan yang mengedepankan logika amplop. Ya, amplop terbang (istilah populer untuk suap) sudah menjadi rahasia umum dalam sistem peradilan kita. Semakin tebal amplop maka kesempatan memenangkan perkara juga semaakin besar.

Musholla Kampus

Oleh wongbanyumas

Setiap muslim memiliki kewajiban untuk melaksanakan perintah utama yakni menunaikan ibadah sholat. Sholat menjadi tiang agama bagi setiap muslim. Pada dasarnya kita dapat melaksanakan sholat di manapun kita berada selama tempat tersebut bersih dan suci. Banyak tempat yang bisa dijadikan tempat sholat mulai dari masjid (yang artinya tempat bersujud), musholla (artinya tempat sholat), bahkan di rumah ataupun di kamar. Bagi ummat islam diwajibkan untuk menunaikan sholat berjamaah. Sholat berjamaah mempunyai fungsi sosial yakni mempertemukan manusia secara bersamaan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah.

Kehidupan kampus merupakan kehidupan yang memiliki banyak pola interaksi sosial. Kampus selalu identik dengan budaya akademik dan keilmuan. Inilah dunia kampus yang memang isinya penuh teori dan doktrin para ahli. Setiap mahasiswa di kampus diberikan kebebasan untuk bertindak dan melakukan kegiatan. Namun dibatasi oleh rambu dan batasan akademik yang mewajibkan kita untuk mempertanggungjawabkan apa yang kta perbuat secara ilmiah.

Kehidupan kampus tidak hanya berkutat dengan kelas atau ruang perpustakaan. Di kampus sendiri banyak ruang-ruang yang sering dijadikan tempat berkumpulnya para mahasiswa. Entah untuk sekedar berdiskusi materi kuliah, curhat, taupun membicarak keadaan negara saat ini. Tempat favorit para mahasiswa untuk berkumpul di kampus antara lain kantin, tempat parkir, atau selasar ruang kelas. Tiap tempat punya ciri tersendiri dan dengan tipe individu yang berbeda.

Musholla menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk kami para mahasiswa untuk melepas lelah dan berdiskusi. Selain tempat beribadah tentunya, musholla kampus mempunyai fungsi lain yang cukup strategis yakni tempat berkumpulnya para mahasiswa. Posisi yang strategis lantaran musholla bertempat ditengah kampus. Di kampus penulis musholla cukup memberikan ruang untuk mahasiswa. Memang kebanyakan mahasiswa yang ada di musholla adalah mereka yang notabene sebagai aktivis dakwah kampus atau mereka yang senang sholat dhuha. Buat mereka musholla adalah tempat yang sangat menyenangkan. Inilah musholla kampus yang punya banyak peranan dan fungsi. Begitu banyak aktivitas yang dapat dilakukan di sana.

Memenangkan Pemilu, Memenangkan yang Lapar



Oleh wongbanyumas

Pemilu presiden tanggal delapan juli telah berlalu dengan aman dan tertib. Pesta terbesar tahun ini telah meninggalkan kenangan manis bagi sang pemenang juga kenangan pahit bagi si pecundang. Uang trilyunan telah digelontorkan dalam hajatan akbar ini. Baik oleh KPU sebagai penyelenggara maupun oleh partai politik sebagai peserta pesta demokrasi ini. Tak pelak Pemilu menarik perhatian banyak pihak, termasuk rakyat miskin yang jadi kaum mayoritas di Indonesia. Komunitas yang selalu terpinggirkan dan dimarjinalkan oleh penguasa. Namun kaum miskin selalu menjadi komoditas berharga bagi para capres-cawapres pada saat pemilu. Rakyat miskin adalah penyumabng suara terbesar di negeri ini.

Ingin menang dalam pemilu? Raihlah hati orang miskin pasti akan menang. Di negeri ini terjadi kesenjangan dan ketimpangan yang begitu luar biasa. Sistem ekonomi negeri ini menjadikan si kaya makin kaya karena aset dan saham mereka meroket harganya sedangkan si miskin makin melarat akibat gajinya yang tak naik harus menyaingi harga kebutuhan yang serba naik. Padahal jika menilik pada UUD 45 negara dinyatakan harus menjamin kesejahteraan bagi rakyat (miskin). Kemiskinan harus diberantas namun bukan dengan jalan memberantas yang miskin. Program peningkatan kesejahteraan menjadi hal yang penting bagi para pemimpin negeri ini.

Pada pemilu yang lalu begitu banyak janji yang diumbar bagi rakyat miskin. Ada pasangan yang mengaku pro rakyat kecil (petani, nelayan, buruh, pedagang pasar) dan ada yang mengutamakan peningkatan kesejahteraan PNS. Semua janji itu memang indah dan memberikan semangata baru bagi rakyat miskin. Sekedar untung melanjutkan detak nadi dan aliran darah si miskin harus membanting tulang. Melawan angin dan menerabas di tengah kejamnya dunia. Mereka tetap bertahan dan selalu berharap ada perubahan. Hari-hari yang dilalui hanya dengan sebungkus nasi bekas menjadi warna yang terlukis dalam kanvas kemiskinan negeri ini.

Mereka yang lapar butuh makan, pekerjaan, pendidikan, serta kesehatan. Mereka butuh negara sebagai penjaga hak-hk mereka. Karena kebutuhan masyarakat seperti itulah negara dibentuk. Oleh karena itu pemimpin yang terpilih pada Pemilu ini harus memberikan kenyamanan bagi si miskin. Memberikan pekerjaan agar mereka tak lagi lapar. Hidup Indonesiaku..!!

Hikmah hidup dari sakit

Oleh Wongbanyumas

Sudah beberapa hari ini aku tergolek lemas tak berdaya karena sakit. Setiap hari hanya dihabiskan dengam berbaring di atas ranjang. Obat menjadi keseharianku selama sakit ini. Tak bisa kurasakan indahnya pemandangan di luar sana. Yang ada hanyalah pemandangan kamarku yang itu-itu saja. Sulit rasanya ketika kita hidup sendiri dan jauh dari orang tua. Ketika sakit jika ada orang tua di sisi kita mereka akan membantu kita melewati masa “suram” ini dengan penuh keceriaan. Namun jika oang tua kita jauh dari kita rasanya sangat sedih.

Namun sakit ini bukan alasan untuk tidak produktif dan berkarya. Sediki kutuliskan pengalamanku ini. Alhamdulillah aku dapat mangambil hikmah dan pelajaran dari sakit ini. Hal yang paling penting kita dapat melakukan introspeksi diri terhadap apa yang sudah kita lakukan. Dan luar biasa saat sakit ini juga merupakan momen perenungan dosa yang baik. Kita dapat mengingat semua perbuatan kita di masa lampau dan dapat diambil pelajaran yang sangat banyak. Sebagaimana kata pepatag “pengalaman adalah guru terbaik” maka pengalaman sakit ini mrnjadi pelajaran agar tidak terulang di waktu depan.

Selama kita sakit kita akan menemukan kawan dan sahabat terbaik kita. Mereka yang selalu mendukung dan mensuport kita dalam keadaan apapun bahkan dal keradaan saki. Akan terlihat kawan-kawan yang benar-benar mencintaimu dengan sepenuh hati. Memberi perhatian padamu dan memberikan support agar kita lekas sembuh. Ternyata banyak sekali pelajaran yang dapat saya ambil dari sakit ini.
Thanks to Allah Swt

Berangkat sekolah lebih pagi

Oleh wongbanyumas

Saya agak kaget ketika mendengar berita bahwa pemda DKI memajukan jam masuk sekolah. Awalnya jam masuik sekolah pukul 07:00 Wib dimajukan menjadi pukul 06:30 Wib. Kebijakan pemerintah provinsi ini sangatlah tidak populer di kalangan masyarakat terutama para orang tua siswa. Dengan dalih bahwa murid-murid yang berankat sekolah menyumbangkan kemacetan sebesar 30% pemprov dengan enaknya mengeluarkan kebijakan yang boleh dibilang agak keblinger. Kebijakan yang lagi-lagi mengorbankan rakyat banyak dan terutama rakyat kecil. Keberpihakan Pemprov DKI terhadap rakyat kecil sangat kurang.

Mengapa harus anak sekolah yang harus dikorbankan hanya untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas. Padahal penyumbang angka kemacetan yang lain adalh para bapak yang dengan enaknya memakan badan jalan dengan kendaraan pribadi yang ternyata memang hanya dinaiki secara pribadi. Padahal ada berbagai moda transportasi yang tersedia mulai dari bus kota, busway, angkot, taksi, ojek, bahkan waterway siap mengantarkan anda ke tempat tujuan. Tetapi yang justru terjadi adalah menorbankan para pelajar.

Saya termasuk orang yang sangat tidak setuju dengan kebijakan ini. Melihat kondisi keamanan di DKI yang sangat rawan membuat saya berfikir jika adik-adik saya berangkat sekolah sejak jam setengah lima pagi bagi yang rumahnya berada di daerah satelit seperti bogor, tanggerang, depok, dan bekasi. Dalam kadaan pagi buta ancaman kejahatan jelas mengintai mereka kapan saja. Tindak kejahatan macaam penjambretan dan pe ncopetan masih menunjukkan nafasnya di pagi hari.

Satu pernyataan yang terlintas dalam pikiran saya “emangnya kalo anak sekolah berangkat lebih pagi bisa ngurangin macet??”. Pertanyataan tersebut masih saja terus terngiang mengingat jumlah anak sekolah di ibukota tidaklah sedikit.

Ketika membicarakan statistik, memang benar jumlah pelajar yang berangkat sekolah menyumbangkan angka kemacetan sampai 30 persen pada pukul 07:00. Namun statistik tersebut terlihat hanya angka yang tidak berarti dalam menyumbang anka kemacetan. Perlu ditinjau apakah selain pelajar ada aktivitas lain yang memenuhi jalan raya di bagi hari? Jawabnya banyak, sebab banyak pula para pegawai yang berangkat kerja lebih awal. Bahkan selepas shubuh banyak bapak yang langsung berangkat untuk menghindari kemacetan.

Setiap kebijakan tentunya akan menimbulkan pro dan kontra. Tentangan paling mengemuka jelas meluncur dari murid para orang tua dan para guru. Memang kebijakan ini akan membuat siswa untuk bangun lebih pagi. Tetapi justru ketika mereka bangun pagi mereka tidak dapat menikmati hangatnya mentari pagi bersama ayah dan ibu. Melainkan sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah. Orang tua pun dibuat pusing sejak pagi hari sehingga tidak sempat bercengkrama sejenak. Paling tidak momentum pagi hari sebagai momentum keluarga untuk berkumpul bersama di meja makan.

Secara psikologis si anak akan terganggu. Kejiwaannya menjadi labil dan cenderung emosional karena semakin kehilangan sentuhan dari orangtua. Berujung pada prestasi yang mungkin akan turun sebab anak akan merasa kesal, marah, sedih, dan berbagai emosi lain. Memang terlihat remeh dengan kebijakan pemprov DKI ini tapi efeknya luar biasa besar dan banyak.

Korban itu bernama wasit

Oleh wongbanyumas

Sepak bola Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai liga terbesar di dunia. Dengan peserta bejubel kita mampu menghadirkan tontonan olah bola yang diselenggarakan dari ujung pulau sumatera sampai ujung pulau irian. Puluhan klub setiap akhir pekan unjuk gigi di hadapan para pendukungnya. Aksi ciamik penuh dengan aksi hiburan disuguhkan para aktor lapangan hijau. Pagelaran Liga Super Indonesia(LSI) menghabiskan dana yang tidak sedikit. Untungnya tahun ini pemerintah mengeluarkan aturan yang melarang penggunaan APBD untuk membiayai klub.

Sepak bola Indonesia juga dikenal mempunyai suporter yang sangat fanatik terhadap klub yang didukung. Jika di Italia ada kelmpok garis keras ultras dan di Inggris ada hooligans kita punya banyak pilihan mulai dari bonek sampai viking. Tapi inilah sepak bola seharusnya perbedaan menyatukan kita. Sangat indah jika kita dapat melihat dua suporter dari dua klub yang berbeda dapat bersatu di tribun penonton dan menghadirkan aksi yang menaarik dari pinggir lapangan. Tapi yang jadi kelaziman adalah lemparan botol air mineral dan hujan batu.

Selain negara ternyata klub peserta liga juga mengalami kesulitan ekonomi. Jatah APBD yang selama ini diterima ternyata di cabut. Dampaknya banyak klub yang limbung dan berguguran di tengah jalan. Gaji pemain terpaksa ditunggak selama beberapa bulan. Bahkan bintang yang mempunyai nilai kontrak di atas 1 milyar harus rela dikurangi nilai kontraknya. Efeknya tentu saja buruk di lapangan. Pemain menjadi malas untuk bermain karena gaji mereka urung dibayar oleh klub. Kondisi kejiwaan mereka juga lebih labil dan sering emosional.

Pelampiasan mereka biasa ekspresikan kepada lawan. Entah sikut melayang, tinju terbang, sampai dengkul menerabas perut lawan. Pemain menjadi emosional jika bertanding, terutama dengan musuh bebuyutan atau dengan klub yang lebih mapan. Tentunya tidak hanya pemain yang jadi korban keganasan. Korps pengadil lapangan acap kali menerima bogem mentah. Tak jarang pemain menghantam tanpa ampun sang wasit. Bahkan pengurus klub dan ofisial sering ikut mengeroyok wasit hingga babak belur.

Tidak lupa salam hangat berupa lemparan botol air mineral dan batu dari para suporter mendarat di tubuh sang pengadil lapangan hijau. Malam nian nasib wasit di negeri ini. Ketika keadilan sangat sulit didapatkan di meja hijau ternyata merambah ke lapangan hijau. Ternyata penyakit judicial corruption juga merambah ke lapangan hijau. Terkadang hakim lapangan hijau mengeluarkan putusan yang kontroversial dan mencederai rasa keadilan suporter. Padahal semua hadirin di majelis itu menyaksikan secara langsung kesalahan yang dilakukan oleh lawan.

Entah karena alasan suap atau lalai sebagai manusia, hakim lapangan hijau meniupkan vonisnya. Vonis dari wasit kadang berujung petaka berupa gol yang bersarang melalui titik putih. Namun jika diibaratkan sebagai hakim maka sanga wasit tidak mempunyai hak untuk mengusir penonton dari area sidang. Hakim memiliki wewenang untuk mengusir pengunjung jika terjadi “contemp of court” alias tindak pelecehan terhadap wibawa pengadilan.

Namun inilah Indonesia yang sebagian besar penduduknya merasa benar. Bahkan membenarkan tindakannya dengan aksi anarkis yang membuat kita antipati terhadap suporter klub sepak bola. Wasit juga manusia tidak sepenuhnya dapat memuaskan para penonton. Hendaknya penonton juga harus legowo dan bersikap dewasa ketika mengalami kekalahan. Justru kekalahan akan melecut para pemain untuk tampil lebih baik di pertandingan yang akan datang.

Salam sepak bola Indonesia....

Belajar untuk kalah

Oleh Wongbanyumas

Dalam sebuah persaingan atau kompetisi hanya ada dua pilihan yakni menang atau kalah. Hanya ada dua opsi itulah yang ada. Hasil imbang tentunya bukan hasil yang baik karena memberikan pembenaran ketika kerja kita kurang maksimal. Dalam kompetisi juga ada pilihan yakni terhormat atau dinistakan. Kehormatan yang kita dapatkan karena menang secara jujur dan kalah dengan sportif. Menang secara jujur seharusnya menjadi asas yang dipegang oleh setiap orang yang berkompetisi. Begitupun ketika kalah, kita juga harus memberikan apresiasi positif kepada kompetitor kita meskipun kita telah dikalahkan. Saya teringat kata-kata bijak “kekalahan kita hari ini adalah bekal kemenangan kita di esok hari”.

Mencermati kompetisi yang terjadi dalam masyarakat seringkali saya menemukan minimnya sikap fair play. Sikap yang mampu menghadirkan seorang juara sejati yang mampu menerima kekalahan dengan ikhlas dan lapang dada. Kalah bukan berarti akhir dari segalanya dan mimpi buruk bagi kita. Mencoba mencermati pada momentum yang sering terjadi belakangan ini yakni pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pertandingan sepak bola. Berdasarkan pengamatan terhadap dua fenomena sosial tersebut terlihat bahwa bangsa ini belum siap untuk sebuah kemenangan.

Sebuah kekalahan bagi sebagian besar kita teras amat menyakitkan. Namun sesungguhnya itulah kemenangan kita ketika kita berhasil memenej emosi dan amarah kita. Kita belum siap untuk menang karena masih belum siap untuk kalah. Juara sejati adalah orang yang mampu tersenyum ketika ia kalah.

Lagi-lagi kita harus mencontoh bangsa lain dalam hal ini. Cobalah kita tengok pertandingan sepak bola liga inggris antara Chelsea melawan Manchester United. Meskipun keduanya saling berseteru di lapangan hijau namun masing-masing saling dapat menerima kekalahan. Berbeda dengan tim sepak bola kita yang agak kampungan. Sangat sulit bagi supporter klub kita untuk menerima kekalahan dari lawan. Bahkan seorang pengurus klub sebesar PSIS semarang sekalipun tak dapat menahan emosi ketika klubnya takluk dari lawan. Dengan enaknya ia meninju wasit sang pengadil lapangan. Sudah selayaknya yoyok dilabeli sebagai wong edan karena bersikap tidak fair.

Contoh kecil lainya adalah pilkada Jatim antara pasangan Khofifah versus pasangan Gus Ipul. Pada pilkada putaran pertama pasangan Khofifah menang. Namun pada pilkada putaran kedua Khofifah kalah tipis dari Gus Ipul. Apa yang terjadi ketika khofifah kalah adalah mengajukan gugatan atas kekalahannya. Langkah tersebut terlihat lucu. Saya sendiri bertanya mengapa ia mengajukan gugatan ketika dalam posisi kalah. Berbeda dengan pemilihan presiden AS ketika Mc Cain secara jantan mengucapkan selamat dan mengakui kakalahannya atas Barrack Obama. Di Indonesia ada contoh positif yakni Pilkada Jakarta. Pasangan Adang-Dani secara sportif memberikan selamat kepada Fauzi-Priyanto.

Sepak bola dan pilkada hanya sebuah gambaran kecil mengenai ketidaksiapan kita untuk kalah. Kita haruss banyak belajar untuk kalah. Bagaimana kita memaknai kekalahan sebagai bahan pembelajaran penting yang dapat memacu kita untuk lebih baik di masa yang akan datang.

Bangsa yang kehabisan akal sehat

Oleh wongbanyumas

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memilki kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Sebuah peradaban dalam suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kecerdasan dan pendidikan bangsa tersebut. Semakin tinggi kecerdasan suatu bangsa maka akan menghasilkan suatu kebudayaan dengan citarasa yang tinggi. Tengoklah keudayaan mohenjo daro-harappa di India, kebudayaan mesir kuno, kebudayaan suku Aztec di Amazon, serta berbagai kebudayaan lainnya di dunia. Bangsa Indonesia sendiri mempunyai catatan sejarah besar mengenai perkembangan kebudayaannya.

Secara umum kebudayaan besar bangsa Indonesia mencapai puncaknya pada masa kerajaan Hindu-Budha dan pada masa kerajaan Islam nusantara. Pada masa itu bangsa Indonesia mencapai taraf tertinggi dalam pemikiran. Namun seiring perkembangan zaman trend tersebut berubah drastic. Indonesia kini hanyalah Negara “terbelakang” dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, hukum, sosial, bahkan akhlak sekalipun bangsa ini sudah menjadi yang terbelakang.

Kuatnya arus globalisasi yang menerpa anak bangsa mengakibatkab kelimbungan yang luar biasa. Ibarat seorang petinju yang dihajar dari berbagai sisi Indonesia sudah hampir KO dan terkapar berdarah-darah. Banyaknya nilai asing yang masuk membuat kita semakin kehilangan jatidiri dan identitas sebagai sebuah bangsa. Paling menyedihkan adalah sebagian besar anak bangsa sudah hilang akal sehat. Tekanan ekonomi dan tingginya biaya hidup menciptakan suatu kondisi yang menimbulkan depresi sosial.

Hilangnya akal sehat membuat kita tidak lagi dapat berfikir jernih. Pada era ekonomi yang sulit seperti sekarang banyak orang yang mengharapkan keajaiban instan. Salah satu indikator paling nyata adalah banyaknya iklan “orang pintar” di televisi. Para “orang pintar” alias paranormal (orang yang tidak normal) ini menjual jasanya melalui layanan SMS. Ketik reg spasi mantra, ketik reg spasi weton, ketik reg spasi primbon dan banyak lagi iklan sejenis kiat saksikan di layar kaca kita tiap hari. Jasa yang mereka tawarkan terlihat sangat sepele namun sangat membuai anda. Bayangkan dengan hanya mengetik reg spasi……. Anda akan dituntun untuk mencapai kesuksesan anda. Bahkan ada yang sesumbar akan merubah pola pikir (brain storming) kita agar menjadi orang sukses.

Semudah itukah? Tidak sama sekali. Jangan pernah bayangkan anda sukses hanya karena mengikuti SMS tersebut. “hari ini jangan ngutang” itu bunyi salah satu iklan layanan palsu tersebut. Enak benar mereka mengatur hidup seseorang seolah mereka adalah raja atau bahkan bak tuhan yang mampu menentukan nasib dan mengatur hidup manusia. Kini rasio dan akal kita dipertanyakan. Jangan sampai hanya karena tekanan finansial kita menggadaikan logika dan iman kita untuk hal murahan seperti itu.

Yang patut dicermati dari praktek layanan SMS tersebut adalah bentuk lain dari praktek perdukunan. Sebagai orang Islam saya hanya mencoba mengingatkan saja. Bahwa orang yang mempercayai praktek perdukunan adalah orang yang musyrik alias menyekutukan tuhan. Jika sudah dikategorikan sebagai tindakan syirik maka sudah pasti azab dan siksa yang pedih akan menanti kita. Bahkan Rasulullah sendiri sering melarang kita untuk mempercayai dukun dalam berbagai haditsnya.

Selain dari sudut pandang agama kita juga harus melihat dari aspek finansial. Kita mencoba melakukan hitung-hitungan kasar. Dalam satu hari SMS akan dikirim sebanyak dua kali dengan tarif RP 2.000 per SMS. Berarti dalam satu hari anda menghabiskan uang sebanyak RP 4.000 hanya untuk “konsultasi” singkat macam itu. Maka dalam sebulan anda menghabiskan pulsa sebanyak RP 120.000. Jumlah yang sangat banyak tentunya jika menilik kondisi finansial kebanyakan penduduk Indonesia. Hal ini tentunya hanya menguntungkan para provider. Apa yang anda dapatkan hanyalah SMS sampah yang tidak bermanfaat. Malah yang terjadi adalah kerugian besar bagi anda ketika uang anda terkuras namun janji manis itu tak kunjung datang.

Sebagai bangsa yang besar sudah seharusnya kita semakin dewasa untuk berfikir. Mampu membedakan antara realita dengan buaian mimpi semu belaka. Bukan berarti saya melarang anda untuk jadi pelanggan layanan SMS ajaib tersebut. Tetapi mencoba mengajak anda untuk berfikir cerdas dan jangan gegabah ketika diiming-imingi mimpi semu.