Pages

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Selamat Datang Salsabila Qudsiya Fatahillah

Ini adalah cerita pengalaman isteri saya melahirkan puteri kami.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman saat melahirkan Salsa,anak pertama kami. Saya dan suami saya bekerja sebagai guru kontrak di Sabah Malaysia. Kami mengajar anak2 TKI yang orang tuanya bekerja sebagai buruh di ladang kelapa sawit. Anak indonesia di sini tidak diperbolehkan lagi untuk belajar di sekolah kerajaan malaysia (kalo di indonesia,sekolah negri). Tidak seperti dulu anak TKI masih boleh bersekolah di sekolah kerajaan. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah Indonesia mengirimkan ratusan guru dari indonesia.

Liburan di Pulau Mabul Sipadan (Part 2)


Pulau Sipadan
Oleh Wongbanyumas
Petualangan di hari kedua berjalan kurang nyaman. Apa pasal? Perut saya tidak bisa diajak berdamai walaupun sedang berlibur. Ya saya mengalami maag yang cukup akut. Penyakit saya ini adalah penyakit peninggalan masa kuliah dulu. Maklum namanya juga anak kost, yang ngekost pasti paham dooong. Oke kita skip soal ngekost dulu deh. Pencernaan saya termasuk monster, muat banyak dan cepat lapar. Nah dengan pola makan resort yang terbatas waktu tentu jadi siksaan buat saya. untungnya isteri saya sigap membawa beberapa cup mie instan yang tinggal seduh air panas.

1st Day Liburan di Pulau Mabul Sipadan


Pemandangan dari atas boat.
Oleh Wongbanyumas
Kami memulai perjalanan dari Tawau, tepatnya dari hotel kami menginap yakni Monaco Hotel. Hotel Monaco adalah hotel yang affordable dan nyaman. Kami meminta untuk dijemput di depan kantor SWV yang letaknya masih berada dalam jarak selemparan batu dari Monaco. Kami dijemput menggunakan sebuah Van putih. Awalnya saya pikir kami akan berangkat bersama turis lainnya, ternyata hanya ada isteri dan saya. Waaah benar-benar menyenangkan dijemput sendirian, kesannya eksklusif gitu lhooo..

Seru dan Seronoknya Berlibur di Pulau Mabul



Oleh Wongbanyumas
Pulau sipadan sempat populer di periode awal milenium kedua. Pulau ini menjadi titik sengketa antara Indonesia dengan Malaysia. Kini Sipadan berada di bawah kekuasaan kerajaan Malaysia. Liburan akhir tahun ini kami (saya dan isteri) merencanakan berlibur ke Pulau Mabul. Mabul terletak di distrik Semporna. Untuk menuju pulau ini kami harus naik speedboat selama 40 menit. Pantai di Semporna tidak terlalu bagus. Banyak sekali sampai yang dapat kita jumpai di sekitar pantai. Mulai dari kayu, plastik, sampai botol bekas air mineral bertebaran di atas laut. Tentunya ini mengurangi kecantikan objek wisata ini.

Kakak-Mba dan Ibu-Makcik


Oleh Wongbanyumas
Menjadi kebiasaan bagi kita orang Indonesia untuk memanggil seseorang yang lebih tua dengan kata sapaan. Kita tidak seperti orang barat yang memegang pandangan equality (penyamaan) dalam memanggil seseorang yang lebih tua atau yang lebih dihormati. Dalam tradisi barat jarang kita temui seorang adik memanggil kakaknya dengan panggilan Kak atau Bang. Mereka cukup memanggil nama saudara mereka. Berbeda dengan kita bangsa Indonesia yang sopan. Untuk memanggil orang yang tidak kita kenal sekalipun kita sering menggunakan kata Mba (artinya kakak perempuan dalam bahasa jawa). Uniknya pemanggilan kata Mba ini sifatnya universal untuk menyebut semua perempuan, baik tua ataupun muda.

Maafkan Aku Iwan Fals

Oleh Wongbanyumas
Siapa juga yang ga kenal dengan sosok pria berambut putih yg berkacamata. Dengan gitar di tangan dan menyanyikan lagu balad dengan suara fals. Ya itulah Iwan Fals sang penyanyi legandaris Indonesia. Saya termasuk salah satu dari ribuan manusia Indonesia yang menyukai karya beliau. Tapi ini sebenernya ironis dan lucu juga. Sebetulnya saya dulu gak suka dengan iwan fals. Gak suka di sini buka berarti benci loh yaah.
Dulu saya beranggapan kalau penyanyi itu suaranya harus bagus, merdu, dan mendayu-dayu. Tapi iwan fals beda. Kalao boleh jujur ya sauara beliau jelek banget dan ga cocok buat jadi penyanyi. Klo jaman saya kecil dulu banyak solis (penyanyi solo) laki-laki yang suaranya bagus macam hedi yunus, yana yulio, syahrul gunawan, dll. Seorang Iwan Fals tentunya ga masuk hitungan saya dong kalau begitu. Entah kenapa sekarang saya malah menyukai lagu-lagu yang dinyanyikan oleh iwan fals.

Penantian Panjang

Oleh Wongbanyumas
Alhamdulillah bulan juni rasanya begitu bahagia. Bagaimana tidak bahagia karena bulan ini kami para pendidik untuk anak-anak Indonesia di Sabah, Malaysia akan berangkat. Buat saya ini adalah penantian panjang yang melelahkan namun indah. Mengapa melelahkan? Ya karena saya harus menunggu selama satu tahun sampai masa pemberangkatan saya tiba. Saya lulus dari kampus saya awal tahun 2011. Saya sendiri masuk kuliah tahun 2006, yang artinya saya menghabiskan waktu di kampus hampir selama lima tahun. Waktu yang cukup lama menurut saya.

Kebelet Nikah

Oleh Wongbanyumas
Kebelet adalah kata yang menggambarkan sebuah keadaan dimana seseorang mempunyai keinginan yang amat sanga kuat, hasrat yang tinggi, atau sesuatu yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Dalam kehidupan keseharian kita sangat akrab dengan kata kebelet. Pernah gak sih kamu merasakan yang namanya mules di perut. Rasanya ingin segera bergegas ke kamar mandi. Ya kamu tau lah rasanya seperti apa kebelet ingin ke kamar mandi.

Derita Gunung Sahari

Oleh wongbanyumas

Sebenarnya saya hendak bercerita tentang pengalaman saya yang cukup unik. Kalau saya bilang cerita ini menggabungkan beberapa potong kejadian yang berbeda di tempat yang sama. Jalan gunung sahari, terhampar memanjang sejak dari pasar senen hingga ke daerah mangga dua. Kisah ini dimulai ketika di suatu siang. Saya hendak pergi menuju salah satu petshop di daerah kartini. Kebetulan hari ini saya lihat kandang tikus sudah kosong. So tanpa menunggu lama siang itu saya segera mengeluarkan motor dari rumah.

Pemain Marawis dan Pemadam Kebakaran

Oleh Wongbanyumas

Ghifar, berbaju merah.
Pemain marawis dan pemadam kebakaran? Kedua profesi di atas tidak ada sangkut pautnya sama sekali. Satunya merupakan profesi yang berkutat di bidang seni dan lainnya berkutat di pelayanan publik. Dibilang bertolak belakang pun tidak juga sih, tapi memang dua profesi di atas berlainan satu sama lain. Pembaca sekalian tau mengapa saya mengambil judul tulisan ini pemain marawis dan pemadam kebakaran?

Dalam tulisan ini saya hendak bercerita sedikit mengenai adik sepupu saya yang masih kelas satu SD. Muhammad Azzam Ghifary namanya, biasa saya panggil Gipong. Seperti anak-anak kecil lainnya di ibukota si Gipong termasuk yang doyan main keluar rumah. Setiap hari sepulang sekolah dia selalu bermain di luar. Sepak bola selalu menjadi permainan favoritnya bersama teman. Tak jarang dia juga mampir ke rumah ku hanya untuk sekedar menyapa atau ‘laporan’.

Ya laporan. Gipong selalu cerita apa yang dia alami di sekolah atau apa yang menurut dia suatu kejadian yang menarik. Hari ini dia bercerita soal temannya yang menjual video game playstationnya dengan harga murah. Gipong memang anak yang sangat pandai bercerita. Ketika bercerita dia selalu menampakkan antusiasme dan semangat. Kadang saya menilai kebiasaannya ini menyebalkan, terutama ketika saya dalam keadaan lelah dan sedang banyak pikiran.

Ah namanya juga anak kecil. Kadang saya menanggapinya serius, kadang saya juga hanya mengangguk kecil dan mengiyakan perkataannyaa.

Pernah sahabat perempuan saya menelpon. Kebetulan Ghifar ada di samping saya sedang asyik bermain game di laptop. Obrolan kami di telpon memang cukup mesra. Maklum sahabatku ini memang sudah kuanggap sebagai teman curhat dan berbagi cerita. Sebenarnya tidak kali ini saja Ghifar melihat saya asyik bertelepon dengan dia. Suatu hari Gipong menanyakan sesuatu yang membuatku terhenyak.

“Abang kapan nikahnya bang? Kok tiap hari telponan sama pacarnya” pertanyaan anak itu begitu menohok. "Duh itu bukan pacar gw tauu.." Saya bergumam dalam hati.  Lalu saya menanyakan kepadanya sambil tertawa simpul “Emang kenapa pong nanyain bang yasir nikah kapan?”. Dasar anak kecil lugu kali yah. Dia jawab dengan enteng “Kalo abang nikah entar aku main marawis ya di nikahan bang Yasir”. Hehehe jujur saya jadi cukup salut dengan pertanyaan dan jawaban anak ini.

Dia punya passion tersendiri. Tidak kutemui pada sosok anak kecil lainnya. Dia begitu antusias dengan dunia seni islami khususnya marawis.

Saya pernah bertanya padanya “Pong kalo kamu udah gede mau jadi apa”. Jawabannya cukup simpel “mau jadi pemain marawis sama pemadam kebakaran bang”. Saya bengong sejenak. Sedikit berfikir soal pilihan cita-cita yang menurut saya gak lumrah dan ga umum. Kalau kebanyakan anak kecil ditanya apa cita-citanya maka kebanyakan kita akan mendengar jawaban standar. Jadi pilot, dokter, guru, atau polisi selalu jadi jawaban standar anak-anak tentang cita-citanya.

Agak sedikit penasaran saya kembali mengorek informasi dari Gipong. Saya bertanya kenapa sampai dia memilih cita-citanya sebagai seorang pemain marawis dan pemadam kebakaran. Saya pun bercerita bahwa menjadi pemain marawis penghasilannya tak seberapa dan tidak menentu. Sedangkan mejadi pemadam kebakaran meski berstatus PNS tetap saja gajinya kecil dan memiliki resiko kerja yang tinggi.

Sekali lagi jawaban yang meluncur dari mulutnya membuat ku bangga. Dia jawab “ya karena aku suka main marawis soalnya seru”. Saya pun bertanya kembali mengapa ia memilih petugas pemadam kebakaran sebagai pilihan cita-cita lainnya. “Trus kan jadi pemadam kebakaran enak bisa bantu orang madamin api” celotehnya tentang pemadam kebakaran.

Saya sama sekali tidak membayangkan sebelumnya kalau bocah ini punya jawaban yang menurut saya lugas. Kebanyakan anak-anak dijejali dengan segudang cita-cita demi mengejar materi atau pun prestise belaka. Tidak dengan Ghifar, ada passion dalam dirinya. Bukan soal uang tapi soal kepuasaan dan perasaan senang.

Aku Ingin Didengar

Oleh Wongbanyumas

Jum’at sore saya kedatangan dua orang teman. Mereka berdua bisa dibilang salah dua dari teman-teman terbaik yang saya punya. Teman pertama adalah calon pengacara besar (amin). Beliau sedang menempuh pendidikan profesi advokat di Universitas Indonesia (UI). Sedangkan teman saya yang lainnya adalah mahasiswa pascasarjana hukum kenegaraan di kampus yang sama, UI. Sore itu mereka hampir saja dihujani air dari langit. Untungnya mereka segera menemukan rumah mungil saya yang terletak di tengah belantara beton kota Jakarta.

Mereka masing-masing bercerita tentang kesibukan mereka setelah lulus dari kampus merah. Kami juga bertukar kabar tentang teman seperjuangan kami dulu di bangku kuliah. Suasananya begitu menyenangkan. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, menimati obrolan bersama teman. Ya kadang suasana kota mendoan begitu menggoda saya untuk kembali ke sana. Dan salah satu teman saya berceloteh “wah ni anak ga mau dengerin apa omongan gw sir”. Keduanya pun terlibat dalam sebuah proses adu argumen.

Saling sikut, saling jotos, dan saling tangkis. Semuanya terjadi begitu cepat di ruang tamu saya yang sempit. Namun bukan kontak fisik melainkan saling sikut, jotos, dan tangkis pendapat. Satunya merasa tidak didengar sedang yang lainnya merasa tidak melulu harus mendengarkan yang lain. Saling menyalahkan dan bahkan buruknya mengungkit masa lalu. Saya tak habis fikir kok hal sepele pun diperdebatkan. Masih banyak hal lain yang bisa diperdebatkan selain misalnya perkara angkutan umum apa yang harus digunakan. Masya Allah.

Di tengah ‘ketegangan’ itu suasanya tetap terasa cair dan hangat. Kami terus melanjutkan obrolan sampai dekat waktu magrib. Waktu cepat berlalu sampai akhirnya kami harus berpisah.

Sejak awal kedatangan mereka ke rumah saya sudah memprediksi mereka akan asyik ribut sendiri. Apa yang saya tangkap dari rivalitas mereka sesungguhnya sangat sepele. Masing-masing pihak ingin didengarkan oleh pihak yang lain. Meski terlihat sepele ternyata yang namanya proses hearing itu sangat menakjubkan. Kita tidak pernah tahu apakah seseorang itu sedang punya masalah atau tidak. Setidaknya ketika kita mendengar apa yang dia ungkapkan dia merasa dihargai.

Banyak orang yang melatih kemampuan berbicaranya, namun tak banyak orang yang melatih dan meningkatkan kemampuan mendengarnya. Orang bijak bilang kemampuan menjadi pendengar yang baik adalah lebih baik dari pada kemampuan berbicara dengan baik. Dengan kita mendengarkan orang lain maka akan membuat kita mendapatkan kepercayaan dari mereka. Ketika kita mampu menjadi pedengar yang baik untuk seseorang maka dia akan menuruti apa yang kita katakan ketika dia meminta saran.

Marilah kita mulai mencoba untuk menjadi pendengar yang baik. Selalu menyimak dengan teliti apa yang orang lain ungkapkan kepada kita. Tidak menyela dan tidak pula memotong, namun biarkan dia tuntas bicara dan barulah kita memberikan pandangan. Mendengar itu indah, tidak semua manusia mau menjadi pendengar yang baik.

Bubur Sumsum

Oleh Wongbanyumas

 Pagi ini perut rasanya lapar. Cuaca jakarta juga sangat mendukung aktivitas perut hari ini, dingin dan membuat hidung bersin. Sepertinya pagi ini ibuku belum masak, tidak seperti biasanya. Kuputuskan untuk memeriksa lemari pendingin apakah ada sesuatu yang bisa dimakan atau tidak. Lemari pendingin selalu menyimpan kejutan ketika perut lapar.

Jreng...
Ternyata ada bubur sumsum di panci. Tanpa ragu tanpa basa-basi langsung ambil dan sikat. Aku mengambil beberapa sendok bubur sumsum ke mangkok. Tak lupa guyuran kuah gula merah kental menambah sedap bubur sumsum. Makanan ini menyimpan sejuta kenangan buatku. Memori masa kecil dulu bersama teman.

Dan kalau diingat lagi panganan ini biasanya dijual oleh mbok-mbok tiap sore dulu. Biasanya ketika aku sedang bermain di halaman rumah mbok bubur sumsum selalu lewat. Kadang pedagangnya ditunggu oleh beberapa teman ku. Mereka menyiapkan mangkok lebih awal bahkan.
Makanan ini emang sangat sederhana. Terbuat dari tepung beras yang dimasak dengan sedikit santan, garam, dan daun pandan. Ketiga bahan tadi dimasak diatas api kecil sampai mengental. Tentunya akan sangat nikmat disajikan dingin.

Valentine dan Konsumerisme

Oleh Wongbanyumas

Perayaan Valentine Day pada dasarnya merupakan sebuah perayaan keagamaan bagi penganut Katolik. Sejarah awal Valentine's Day bermula pada abad ke-3 M, di mana berkuasa seorang raja Romawi bernama Claudus II Ghoticus. Dengan kekuasaannya, dia menghukum pancung seorang pendeta bernama Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 269 M.

Pihak kerajaan melarang para pemuda yang hendak dikirimkan ke medan perang untuk menikah. Santo Valentine dihukum pancung lantaran menikahkan seorang remaja (prajurit) muda yang tengah menjalin cinta kasih, sehingga dianggap telah menentang ketentuan kerajaan. Alasan ketentuannya, karena prajurit kerajaan yang belum menikah dianggap memiliki ketangguhan yang luar biasa di medan perang.

Bagi pihak gereja, tindakan Santo Valentine tersebut dianggap benar karena telah melindungi orang yang menjalin cinta, sehingga dia dinobatkan sebagai pahlawan kasih sayang. Sehingga, tercatatlah dalam sejarah bahwa setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang bagi umat Kristiani.

Salah seorang teman saya mengeluhkan soal perayaan Valentine Days. Beliau adalah seorang katolik yang religius. Kehidupannya selalu diwarnai dengan ayat-ayat dari alkitab. Pada suatu hari dia berkata di laman facebooknya. Munkin sedikit skrinsut ini bisa bicara lebih banyak soal sikap protesnya.



Perlahan sejarah berubah. Kita bisa melihat kondisi kekinian di sekitar kita. Kini perayaan valentine day tidak hanya dirayakan oleh orang Katolik. Di indonesia bahkan banyak remaja muslim yang ikut-ikutan merayakan hari valentine. Padahal kalau kita lihat sejak awal perayaan hari ini bukanlah untuk orang islam. Perayaan ini khusus hanya untuk orang kristen, khususnya katolik.

Kalau dulu perayaan valentine tidak begitu ramai dan gegap gempita. Sekarang kita bisa lihat di televisi, mall, dan pusat perbelanjaan ramai dengan segala macam pernak-pernik perayaan valentin. Semua dimanfaatkan oleh kepentingan para pengusaha dan bisnisman. Sebuah ritual agama tertentu dijadikan momentum mencari uang dengan melibatkan ummat agama lain untuk merayakannya.

Valentine’s Day pada dasarnya merupakan warisan budaya Romawi kuno, yaitu upacara pemujaan dan penyembahan kepada dua Dewa besar, Leparcus (dewa kesuburan) dan Dewa faunus (dewa alam semesta).

Upacara tersebut dirayakan tepatnya pada tanggal 15 Februari, masa kekuasaan Kaisar Kontantine (280-337M). Dalam upacara tersebut, dia memberikan kesempatan kepada para remaja wanita untuk menyampaikan pesan cintanya kepada pria pujaannya. Kemudian, para remaja pria akan menerima pesan-pesan cinta tersebut. Mereka berpasang-pasangan, bernyanyi bersama, berdansa dan biasanya diakhiri dengan perbuatan amoral (coitus).

Namun, pada abad ke-5 M, tepatnya tahun 494 M, oleh Paus Glasium I, upacara penyucian ini kemudian ditetapkan sebagai peringatan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day). Tanggal peringatan pun diubah menjadi setiap 14 Februari, yaitu tanggal dihukumnya pendeta Santo Valentine. Sehingga, Paus Glassium I dikenal sebagai pelopor peringatan Valentine’s Day.

Tanda Dia Akan Meninggalkan Anda Menikah

Oleh Wongbanyumas

Dalam hubungan tanpa status seringkali pihak pria menjadi korban perasaan. Ditinggalkan oleh pasangan yang menikah. Rasanya cukup menyakitkan memang. Apalagi jika sang pria tidak tahu sama sekali dan malah mendapatkan undangan pernikahan mendadak dari sang waita pujaan. Namun ada beberapa pertanda yang dapat kita rasakan ketika dalam sebuah hubungan tanpa status salah satu pihak akan menikah dengan orang lain selain anda.

1. Tiba-tiba menghilang dari pandangan anda
Gadis pujaan anda akan menhilang sama sekali dari pandangan anda. Kalau dulu setiap hari anda dapat melihatnya atau menemuinya tapi tidak saat proses ini. Anda akan kesulitan sekali menemuinya;

2. Tidak lagi punya inisiatif menghubungi anda
Dulu dia sering mengirimkan SMS ke anda, entah hanya sekadar menanyakan kabar atau menanyakan apa kesibukan anda saat ini. Semua itu berubah sama sekali dan terasa andaah yang harus mengambil inisiatif menghubunginya;

3. Mejaga jarak ketika anda mencoba menghubunginya
Ketika anda menelponnya dulu dia sangat ramah, hommie, dan mesra terhadap anda. Namun ketika anda menghubunginya ekspresinya akan terasa sangat datar dan terkesan seadanya;

4. Tidak lagi peduli dengan anda
Mungkin dia dulu sering menelepon anda, mengirimi SMS, atau hanya sekedar menyapa di situs jejaring sosial milik anda. Setelah dia akan menikah dia tidak akan pernah menghubungi anda seperti dulu;

5. Mendadak menjadi pribadi yang sangat menyebalkan
Rasanya sangat aneh ketika orang yang anda cintai berubah sikap. Sebelumnya dia begitu baik kepada anda dan memperlakukan anda dengan sangat layak. Namun ketika dia menemukan tambatan hatinya dalam pernikahan dia akan menjadi pribadi yang sangat menyebalkan;

6. Dia seperti hendak ingin lari dari anda
Anda mendekat namun dia menjauh. Ketika anda berusaha mendekat dan dia serasa makin jauh maka anda harus ‘ngeh’ bahwa ini pertanda dia akan meninggalkan anda. Apapun yang anda lakukan untuk mendekatinya akan terasa sia-sia. Lupakan saja dia;

7. Setelah dekat dengan hari H dia akan menjadi baik dengan anda
Jika sebelumnya anda merasakan enam pertanda di atas lalu tiba-tiba ia dekat kembali dengan anda. WASPADALAH! Persiapkan hati anda. Biasanya dia akan mendekati anda karena dia sudah merasa siap untuk megatakan yang sebenarnya kepada anda seraya menyampaikan undangan.

Apa yang saya tulis di atas bukan berdasarkan ilusi atau imajinasi belaka. Penulis mendasarkan curhatan teman-teman penulis ketika hendak ‘ditinggal’ pergi. Semoga anda setelah membaca ini akan menjadi waspada dan menyiakan hati anda untuk kemungkinan terburuk yang pernah ada. Wallahu a’lam... 


Polisi Dibenci Namun Dirindu

Oleh Wongbanyumas

Korps baju coklat di Indonesia terkenal sebagai salah satu lemabaga terkorup. Bagaimana tidak sejak dari pangkat terendah sampai jenderal sekalipun lekat dengan praktek kotor suap. Mulai dari polisi receh yang hobinya setiap hari menilang sampe para jenderal yang menerima order pengamanan tempat hiburan. Itulah fakta dan fenomena tentang polisi. 

Sering kali mereka nampak begitu angkuh dengan seragamnya. Menindas dan mengintimidasi rakyat nampaknya sudah saat identik dengan korps baju coklat ini. Sesungguhnya polisi adalah pengayom masyarakat. Polisi menjadi sahabat dan mitra masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang tertib, aman, dan damai.

Polisi dibutuhkan masyarakat. Tugas amat berat seperti mengatur lalu lintas yang padat di tengah matahari dilakukan demi masyarakat. Mengejar penjahat dan bandit pun tak segan dilakukan jika diperluka. Itulah polisi, dua sisi mata uang. Dibenci namun dirindu. Dibenci karena kebanyakan oknumnya berkelakuan seperti gembel yang mata duitan. Dirindu karena bagaimanapun mereka adalah pengayom masyarakat.

Mau Tau Step by Step Cara Membuat Paspor?

Oleh Wongbanyumas

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Paspor berisi biodata pemegangnya, yang meliputi antara lain, foto pemegang, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, informasi kebangsaan dan kadang-kadang juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi individual.

Nah kali ini saya akan membeberkan pengalaman membuat paspor biasa. Biasanya suatu negara menerbitkan untuk warga negaranya sebuah paspor biasa untuk perjalanan reguler. Di Indonesia paspor ini diberi sampul berwarna hijau dan dikeluarkan oleh Ditjen Keimigrasian, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia .

Paling pertama kita harus mempersiapkan persyaratannya dulu lho. Ada beberapa dokumen yang harus disipakan beserta fotokopiannya. Apa aja sih? Berikut ini beberapa dokumen yang wajib disiapkan:
  1. Kartu Tanda Penduduk milik Pemohon
  2. Kartu Keluarga milik Pemohon
  3. Akte Kelahiran milik Pemohon
  4. Ijasah Terakhir
  5. Surat Sponsor atau surat keterangan kerja (atas nama Pemohon jika berstatus karyawan/ti)
  6. Passport lama (jika Pemohon pernah memiliki passport)
  7. Akte Pernikahan (jika Pemohon sudah menikah)

Oke kalau syarat sudah lengkap yuk meluncur ke kantor imigrasi terdekat. Oh ya sekedar info nih, pembuatan paspor kini sudah menggunakan sistim online yang sudah terintegrasi ke seluruh nusantara. Jadi kita tidak perlu bingung hendak membuat paspor di mana. Kita tidak harus membuat paspor di kantor imigrasi tempat kita tercatat sebagai penduduk di KTP. Kali ini saya memilih tempat terdekat yakni di kantor imigrasi jakarta timur. Lokasinya persis di samping Lemabaga Pemasyarakatan Cipinang di Jl.Bekasi barat raya.

Setelah parkir saya langsung menuju loket di dekat pintu masuk. Siapkan uang lima ribu untuk membeli formulir dan tujuh ribu untuk membeli materai. Form tersebut nantinya kita isi dengan lengkap. Setelah mengisi form kita harus menandatangani permohonan pengajuan paspor tersebut di atas sebuah materai. Kalau form sudah selesai segera menuju ruang pendaftaran dan mengambil nomor antrian kita. Nantinya pada saat penyerahan berkas ke loket pendaftaran dokumen fotokopian yang kita akan diperiksa sudah kumplit atau belum. Nantinya petugas akan memberikan nota yang berisi tanggal kapan kita harus kembali untuk melakukan pembayaran, foto, dan wawancara.

Jangka waktu dari pendaftaran sampai dengan proses kedua adalah lima hari. Oh ya apabila ada berkas yang kurang lengkap petugas akan meminta kita membawanya pada saat wawancara. Sekali lagi kita harus mengambil nomor antrian untuk membayar paspor kita. Ternyata biaya yang dikenakan tidak besar, hanya Rp 255.000 saja. Biaya tersebut sudah termasuk bea paspor dan foto data biometrik. Setelah bayar kita harus sabar lagi yah untuk antri. Nah begitu nomor anda dipanggil segera lah masuk ruang foto dan wawancara.

Petugas akan mengambil foto dan sidik jari kita di bagian data biometrik. Proses wawancara menjadi tahapan selanjutnya dimana kita akan ditanyai keperluan kita membuat paspor. Jangan lupa saat wawancara berkas asli seperti ijazah, KTP, KK, dan semua dokumen yg kita lampirkan saat pendaftaran harap dibawa yang aslinya ya. Selesai verifikasi berkas kita akan diminta menandatangani paspor kita yang sudah jadi. Eits tapi ternyata saya harus menunggu lagi untuk mengambil paspor saya. paspor akan selesai setelah empat hari kerja sejak wawancara.

Setelah empat hari kita bisa megambil paspor kita di tempat pengambilan paspor yang sudah jadi. Semoga pengalaman dan info dari saya bisa membantu pembaca sekalian. Saya juga mau berpesan JANGAN MENYUAP dan JANGAN MENGGUNAKAN CALO yaa...

Ibu Bermata Satu

Aku adalah seorang anak yang lahir dari sebuah keluarga miskin di pinggiran kota. Ayah ku telah lama pergi mengahadap Illahi. Tinggal lah aku sendiri ditemani ibuku. Ibu ku yang renta lagi kurus, bola matanya memancarkan sinar tajam dan teduh. Namun entah mengapa aku begitu membencinya.

Ibuku memang cacat. Akibat kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya dua puluh tahun yang lalu.

"Ibuku hanya punya satu mata. Aku benci dia!!" .... Dia begitu memalukan. Dia memasak untuk murid dan guru untuk menopang keluarga. Pada suatu hari saat di sekolah dasar, ibuku datang untuk menyapaku.

Aku sangat malu. Malu mempunyai ibu yang hanya mempunyai mata satu. Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku?

Aku mengacuhkannya, membuang muka dan berlari keluar. Berharap tak menemuinya hari itu di sekolah.

Keesokan harinya di sekolah salah seorang teman saya berkata, "Eeee, ibumu hanya punya satu mata!". Apa salahku? mengapa aku memiliki ibu yang hanya mempunyai mata satu.

Aku ingin mengubur diriku sendiri. Aku juga ingin ibuku menghilang. Aku ingin pergi jauh dari ibuku, entah ke mana.

Suatu saat entah tuhan mungkin telah menuliskan garis takdir. Jadi aku dihadapkan pada hari itu dan berkata pada ibuku, "Jika Anda hanya ingin aku menjadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja Bu..."

Ibuku tidak menjawab ...

Ia tercekat dan kedua bola matanya berkaca-kaca. Air mata pun meleleh lembut di kedua pipinya yang keriput. Tetapi aku tetap tidak peduli dan aku tetap membencinya dalam hatiku.

Aku bahkan tidak berhenti untuk berpikir sejenak tentang apa yang aku katakan, karena aku penuh dengan kemarahan. Aku tidak menyadari perasaan-perasaannya. Aku ingin keluar dari rumah itu, dan tidak berhubungan lagi dengannya.

Jadi aku tekun belajar, mendapat kesempatan untuk pergi ke Singapura untuk belajar. Akhirnya aku pun berhasil menamatkan studi dan mendapat pekerjaan yang layak di negeri orang.

Kemudian, aku menikah. Aku membeli rumah sendiri. Aku mempunyai anak. Aku senang dengan hidupku saat ini, anak-anak dan kenyamanan. Aku berfikir bahwa aku lah orang yang paling beruntung. Hartaku melimpah, istriku cantik, dan anak ku cerdas dan lucu.

Kemudian suatu hari, ibu datang mengunjungi ku. Dia tidak melihat ku beberapa tahun dan ia bahkan tidak bertemu cucu-cucunya. Mungkin ia sudah tak mampu menahan gejolak rindu terhadap diriku, anaknya. Anak yang lahir dari rahimnya.

Ketika dia berdiri di depan pintu, anak-anak ku tertawa padanya. Mentertawakan sesosok perempuan tua peyot dan bermata satu. Mata satunya membuat anak-anak ku tertawa dan mengejeknya. Melihatnya datang aku kembali dihantui perasaan malu pada anak dan istriku dan aku berteriak padanya karena datang tanpa diundang.

Aku berteriak padanya, "Beraninya kau datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! PERGI DARI SINI! SEKARANG!". Aku sungguh benar-benar kalap dan tidak mampu menahan emosiku. Entah setan apa yang merasuki jasadku waktu itu.

Dan ibuku dengan tenang menjawab, "Oh, aku sangat menyesal. Aku mungkin salah alamat" dan ia menghilang dari pandangan. Menghilang diantara sejuknya embun musim semi yang hangat. Kakinya yang gontai dimakan usia melangkah sambil terseret-seret. Entah apa yang ada dalam pikiran ibuku, aku tak mau peduli.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah datang ke rumah saya di Singapura. Jadi aku berbohong pada istriku bahwa aku akan melakukan perjalanan bisnis. Sekolah ku dekat dengan tempat tinggal ibuku.

Setelah reuni, aku pergi ke gubuk tua tempat ibuku tinggal mengisi masa tuanya. Aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika aku menginjakkan kaki di depan halaman rumah yang dipenuhi gaun berguguran. Ada sejumput kerinduan kala itu.

Pintu dari kayu bengkirai yang mulai dimakan rayap-rayap rakus menghadang. Ku ketuk dan kuucapkan salam "Ibu..Ibu..Ibu.. apakah ibu ada di rumah?". Sepi senyap tak ada balasan dari dalam.

Mendengar aku mengetuk pintu tetangga sebelah rumahku segera menghampiriku. Tetangga ku mengatakan bahwa dia sudah meninggal. Perempuan renta itu mati akibat sakitnya yang menahun, aku tidak pertah tahu itu.

Aku tidak menitikkan setetespun air mata. Mungkin hati ku sudah mati atau mungkin aku memang teramat menyesali perbuatan ku."Ibuku yang bermata satu telah mati" gumamku dalam hati.

Sebelum kematian menjemput, ibu menulis pesan pada secarik kertas. Surat itu dititipkan kepada tetanggaku di kala nafas ibu ku menjelang habis. Mereka menyerahkan sepucuk surat untukku.

Ku buka lembaran surat itu. Dan aku masih belum mengetahui apa isi yang tertulis dalam surat itu. Kubaca perlahan :

"Anakku tersayang, aku memikirkanmu setiap waktu. Aku menyesal, bahwa Aku datang ke Singapura dan menakuti anak-anakmu. Aku begitu senang ketika mendengar engkau datang pada acara reuni. Tapi aku bahkan tidak dapat keluar dari tempat tidur untuk melihatmu. Aku menyesal bahwa aku membuatmu malu saat kau tumbuh dewasa.

Ingatkah, ketika kamu mengalami kecelakaan saat masih sangat kecil dan kehilangan matamu? Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihat engkau akan tumbuh dengan satu mata. Jadi aku memberikanmu milikku.

Aku sangat bangga anakku dapat melihat seluruh dunia untukku, di tempatku, dengan mata itu. Dengan cinta saya kepadamu, Ibu tidak pernah marah atas apa pun yang kamu lakukan. Beberapa kali kamu marah padaku. Aku berpikir, 'itu karena dia mencintaiaku. " Aku rindu saat-saat kau masih kecil, berada di sekitar ibu. Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah dunia bagi ku nak."

Terasa kakiku lumpuh tak mampu bergerak. Persendian lututku seakan mau lari dari tempatnya. "ya Allah betapa sombongnya aku". Kini hanya penyesalan. Penyesalan dari seorang anak durhaka. "Ibu, maafkan aku. Aku mencintai mu Ibu"

Semoga jadi bahan renungan. T.T

Belanja Kepala Ayam di Pasar Jatinegara

Oleh Wongbanyumas

Seperti biasa setiap weekend entah hari sabtu atau ahad saya selalu bergegas menyalakan si azzura, kuda besi kesayanganku. kukendarai azzura menuju salah satu pasar regional terbesar di jakarta. Kalau kalian tinggal di jakarta timur tentunya tau dong dengan pasar jatinegara (jatner). Tujuan ku ke pasar itu selalu sama setiap pekannya. Berburu kepala ayam merupakan kegiatan rutinku. Aku butuh sekitar lima belas sampai dengan dua puluh potong kepala ayam per pekan untuk makanan retic di rumah.

Kebetulan saya selalu memilih rute masuk lewat jalan jatinegara barat. Pintu masuk di sini terbilang tidak terlalu ramai seperti pintu timur. Hanya sesekali nampak motor yang penuh membawa barang berlalu-lalang. Begitu memasuki pintu masuk kita akan ditarik retribusi masuk pasar sebesar seribu lima ratus rupiah. Kalau bisa minta karcisnya sekalian sebagai bukti sah kita bayar retribusi ya.

Lewat pintu masuk pasar aku memilih untuk mengambil kanan. Sepanjang jalan terlihat pejual daun kelapa yang masih muda. Mulai dari ketupat sampai janur kuning pun terpampang di depan kios mereka. Setelah melewati blok para penjual daun kelapa aku menuju los ayam. Los ayam ini berada di kelokan setelah blok daun kelapa.

Los ayam potong dan daging ini selalu ramai dan di luarnya penuh dengan motor yang diparkirkan. Di depan los ayam potong terdapat los ayam hidup, tempat penjualan ayam yang masih hidup dan tempat menjagalnya.

Los ayam potong berada di lantai bawah. Jadi kita harus rela menuruni beberapa anak tangga untuk mencapainya. Aroma anyir daging ayam langsung tercium begitu memasuki ruangan pasar. Deretan pedagang ayam terlihat sibuk melayani pembeli yang berjejalan.

Aku berputar-putar sejenak dengan mata yang jelalatan kesana-kemari. Menelisik ke setiap tumpukan daging ayam dan mencari di manakah ada tumpukan kepala ayam. Harga kepala ayam di pasar ini kalau bisa dibilang cukup murah namun fluktuatif. Harga berkisar 600-1000 rupiah perpotong. Kadang bisa menemukan kepala ayam es yang dibanderol Rp 500 saja. Tentunya harga ini termasuk sangat murah bukan.

Kalau mencari kepala ayam harus di pagi hari. Kalau kesiangan sedikit saja dijamin habis diborong oleh pembeli. Kali ini aku membeli tujuh belas potong kepala ayam yang cukup ku bayar dengan uang Rp 9.000.

Oh ya walaupun sudah ditarik retribusi di pintu masuk kita juga masih harus membayar parkir lho. Motor langsung aku arahkan ke pintu keluar. Namun aku tak memilih pitu keluar utama. Pintu tikuslah yang ku pilih. Akhirnya aku pulang membawa sarapan untuk retic kesayanganku di rumah.

Mimpi Basah. So What?

Oleh Wongbanyumas

Pernah gak sih pagi-pagi saat kalian bangun merasakan ada sesuatu yang basah dan lengket di celana? Atau merasakan mimpi yang ‘sangat luar biasa’ ketika malam. Bagi kaum pria yang sudah dewasa biasanya pernah mengalami hal ini. Ya dinamakan wet dream alias mimpi basah. Bahasan kita kali ini tidak akan menyentuh kepada hal yang bersifat porno dan vulgar loh ya.

Manusia diciptakan fitrahnya untuk hidup berpasangan dan saling mencintai satu sama lain. Rasa cinta itu tuhan anugerahi pula dengan kemampuan reproduksi alias instingtif terhadap kebutuhan seksual. Organ seksual akan menuju sempurna pada waktunya. Kesempurnaan organ seksual itu juga menjadi pertanda awal babak baru kedewasaan.

Mimpi basah adalah sebuah peristiwa penting bagi seorang anak laki-laki. Ia akan dianggap telah dewasa bila telah mengalaminya. Namun apakah para pembaca sekalian mengetahui mengapa bisa terjadi mimpi basah? Mimpi basah terjadi ketika kantong sperma telah penuh dengan sperma yang dihasilkan oleh testis.Akibatnya kantong sperma yg telah penuh tidak bisa menampung lagi, dan akhirnya dikeluarkan melalui penis pada saat seorang laki laki mengalami mimpi basah.
Semoga sedikit tulisan ini membantu.. ^^

Lempar dan Buang Saja Sajadahmu Kawan

Oleh Wongbanyumas

Seperti biasanya hari ini- jum’at, adalah hari spesial bagi ummat islam khususnya kaum adam. Pada hari ini kami selalu melakuan ritual suci berjamaah. Setiap hari ini kami melakukan pertemuan akbar sesama ummat islam. Kebanyakan orang menyebutnya sholat jum’at. Buat ku ini adalah sebuah ritual sakral dan media silaturahim.

Oke lah terlepas dari itu sholat jum’at juga punya makna khusus. Ummmat islam sering disibukkan dengan pekerjaannya, kantornya, usahanya, anaknya, istrinya, dll. Kesemua itu sangat ampuh untuk melalaikan manusia untuk memikirnya saudaranya sendiri. Saudara tak melulu hanya berdasarkan ikatan kekeluargaan atau ikatan darah. Dalam agama ini saudara didefinisikan adalah setiap manusia yang menyembah tuhan yang sama dan mengakui nabi yang sama, Allah swt dan Muhammad Rasulullah.

Apa makna khusus jum’atan? Sebagian kita mungkin hanya menganggapnya sebagai ritual rutin (yang mungkin membosankan). Sebagian lagi mungkin ada yang menjadikannya momen mencari penghasilan dengan berdagang di halaman masjid. Adakah yang pernah terlintas bahwa ibadah spesial ini merupakan sebuah rapat akbar? Ya rapat akbar. Mungkin kalian tidak menyadari bahwa ibadah ini merupakan sebuah rapat akbar rutin bagi kita, kaum muslimin.

Setiap hari ini kita dikumpulkan di sebuah tempat agung bernama masjid. Kita duduk bertelekan di atas permadani atau tikar lusuh bersama. Lantunan dzikir pembuka ibadah dan nyenyanyian al-qur’an meluncur dari bibir mereka yg lebih awal hadir di sana. Kemudian dilanjutkan dengan orasi ilahiah sang khatib sebanyak dua kali yang dipisahkan oleh duduk dan diamnya sang orator.

Tugas seorang orator ilahiah ini bukan sekadar bercuap ria. Dia bertugas memimpin dan mengarahkan para peserta rapat akbar ini. Ibarat sebuah kelompok orkestra sang khatib adalah kondaktur yang memainkan tongkatnya. Dia yang mengarahkan para pemain musik agar harmoninya sesuai partitur utama.

Jadi teringat dengan sebuah kovensi besar parta politik. Di sana hadir berbagai macam dan rupa manusia. Ada yang tampan nan rupawan ada pula yang rupanya menyeramkan tak beraturan, ada yang tinggi dan ada pula yang belum tinggi, ada yang kaya dan ada pula si miskin jelata. Berdirilah dia atas podium tertinggi di depan mereka seorang yang dianggap suci. Orang suci itu hanya memberikan wejangan, nasehat, dan membakar semangat para peserta. Di mata ku ritual jum’at nampaklah seperti itu. Sang khatib hanya memberikan nasihat, wejangan, dan membakar semangat agar sesiapa yang hadir tetap istiqamah.

Setelah orasi ilahiah dilajutkan dengan prosesi puncak, shalat. Inilah di mana kebingunganku muncul. Tapi tidak semua shalat jum’at aku merasakannya. Akau hanya merasakan ini di masjid yang memiliki karpet dengan corak sajadah. Aku kurang menyukainya! Karpet dan sajadah itu jusru menimbulkan ketidak khusyuan dan perpecahan. Kenapa aku bilang demikian? Coba saja kalian cermati pola di karpet tersebut yang nampak seperti sajadah tunggal. Para jamaah malah fokus untuk sholat satu persatu sesuai pola sajadah tersebut.

Padahal sesungguhnya kalau kita teliti dan cermati ada begitu banyak spasi antara orang dan orang lain dalam satu shaf. Sedangkan ketika shalat hendak dimulai imam pasti mengigatkan untuk merapatkan shaf dan barisan. Imam pun mengingatkan bahwa rapat dan lurusnya shaf adalah syarat sahnya shalat. Nah lho? Lalu shalat jemaah kita selama ini bagaimana? Silahkan anda jawab sendiri yah. Hee....