Pages

Sejarah Mayday


Oleh wongbanyumas
 
Bulan may menjadi bulan yang paling dinanti oleh para pekerja/buruh Indonesia. Pada tanggal 1 may diperingati secara internasional sebagai hari buruh (mayday). Pada hari ini para buruh akan melakukan aksi demonstrasi dan membawa tuntutan mengenai hak buruh seperti upah, jaminan kerja, dan waktu kerja. Berbagai organisasi buruh di belahan dunia melakukan aksi turun ke jalan guna menyuarakan aspirasi mereka. Gerakan buruh pada tanggal 1 may ini mempunyai sebuah cerita panjang sehingga pada akhirnya lahirlah sebuah pergerakan buruh di seluruh dunia.
 
Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886. (Wikipedia)

Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:

Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.

Buruh Migran : “Kami bukan budak”


Oleh wongbanyumas

Bagi sebagian penduduk Indonesia terutama yang berada di pedesaan bekerja di luar negeri adalah sebuah impian. Membayangkan betapa banyaknya ringgit atau dolar yang akan dibawa pulang ke kampung halaman. Impian akan perubahan nasib mereka yang terjepit ekonominya akibat kerasnya jaman. Mimpi indah itu terus menempel di kepala mereka seolah tak peduli dengan fakta begitu banyak kasus yang menimpa buruh migran asal Indonesia. Kenyataan pahit itu seakan sirna dan terkubur bersama impian perbaikan nasib dan keinginan untuk membuat asap dapur tetap mengepul.

Tiap minggunya hampir pasti muncul pemberitaan di media massa mengenai derita para buruh migran. Entah mengalami penyiksaan berat dari majikan, tidak mendapat gaji, mendapat perlakuan tidak manusiawi, dan bahkan berujung pada kematian yang tak jelas ujung pangkalnya. Sederetan fakta itulah yang terjadi dan menimpa para buruh migran kita. Nasib mereka tak lagi mendapat perhatian dari pemerintah. Sesungguhnya nasib dan kehidupan seorang warga negara tetap menjadi tanggung jawab negara apabila masih tercatat sebagai warga dari negara tersebut.
 
Untuk apa kita memiliki staf diplomatik dan konsulat di negara asing? Ataukah jabatan dan posisi tersebut hanya sebagai seremonial dalam kehidupan tatanan hukum internasional. Fungsi perwakilan kita di negara asing adalah untuk menjaga warga negara kita yang berada di luar negeri. Bagaimanapun tanggung jawab negera tetap melekat pada warga negera dimanapun mereka berada. Sederetan kasus spektakuler seperti kasus Nirmala Bonat jika anda ingat kini menjadi hal yang biasa. Dengan entengnya warga kita mendapatkan perlakuan tidak adil dan tidak manusiawi.

Posisi para buruh migran yang termarjinalkan tak lepas dari pengaruh pemerintah yang tidak memberikan proteksi bagi para penghasil devisa ini. Berbeda dengan negara lain yang sangat tanggap apabila ada warga negaranya di luar negeri yang menghadapi masalah. Negara kita hanya bisa terpaku termangu tanpa melakukan sesuatu apapun yang berarti. Jepang sebagai sebuah negara kecil ternyata amat perhatian terhadap warganya yang berada di luar negeri. Kejadian terakhir ketika demo kaus merah yang menewaskan wartawan jepang membuat pemerintah jepang gerah. Mereka mengirimkan nota keberatan terhadap pemerintah thailand.

Miskin Proteksi
Kenyataan pahit yang amat tidak menyenangkan adalah fakta bahwa buruh migran kita yang berada di luar negeri tidak bisa mendapat perlindungan hukum. Hal ini dikarenakan identitas mereka seperti paspor dan visa dipegang oleh majikan tempat mereka bekerja. Tentunya hal ini menjadi trik yang mapuh untuk mengancam para buruh migran. Jika para buruh migran 'membebek' maka sang majikan akan merusak atau menyembunyikan surat-surat penting tersebut. Alhasil tanpa surat identitas dan visa mereka menjadi pemukim dan pendatang ilegal.

Tak heran jika sebagian buruh migran yang saat ini sedang mendekam dalam penjara Malaysia awalnya adalah buruh migran yang legal. Karena tak tahan dengan waktu kerja yang tak kenal batas dan berbagai perlakuan buruk lain menyebabkan mereka memutuskan untuk kabur. Sialnya dalam perjalanan eksodus menuju Indonesia acap kali terkena razia PDM (Polisi Diraja Malaysia). Fakta yang ada di lapangan buruh migran asal Indonesia saat ini memiliki prosentase sebesar 83 persen jika dibandingkan dengan negara lain.

Undang-undang Ketenagakerjaan Malaysia tidak memberikan perlindungan bagi para pekerja rumah tangga. Tidak ada aturan jam kerja, pembayaran uang lembur, hari cuti, dan ganti rugi atas kecelakaan di tempat kerja.

Segera lakukan perbaikan instrumen hukum
Dalam pergaulan global telah ada aturan yang melindungi hak bagi para buruh migran. Sebagai lembaga yang mewadahi negara di seluruh dunia PBB telah membuat sebuah konvensi yang melindungi hak buruh migran. Konvensi PBB tentang Perlindungan Hak Buruh Migran dan Keluarganya adalah instrumen hukum internasional yang menjadi rujukan utama untuk menilai kinerja pemerintah dalam melindungi hak-hak dan kesejahteraan buruh migran dan keluarganya.
 
Sayangnya sampai dengan saat ini pemerintahan SBY belum berani melakukan ratifikasi konvensi tersebut. Sejak pemerintahan jilid 1 SBY melalui mentrinya selalu menolak dengan berbagai alasan. Konyolnya pernyataan Muhaimin Iskandar dan pendahulunya yang mengkhawatirkan konsekuensi ratifikasi konvensi, khususnya hak untuk mendirikan serikat pekerja bagi pekerja asing, sungguh sebuah pernyataan yang mengada-ngada. Tidak jelas apa yang harus dikhawatirkan Muhaimin dan jajarannya jikapun ada pekerja asing yang mendirikan serikat pekerja di Indonesia.
 
UU No.39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri harus direvisi atau diganti total. Perubahan tersebut nantinya harus sesuai dengan standar perlindungan yang diatur dalam Konvensi PBB 1990.

Selama ini memang terlihat kebijakan pemerintah yang berkuasa pasca orde baru memang tidak mengindikasikan adanya keberpihakan terhadap rakyat kecil. Selama ini pemerintah lebih mngedepankan kepentingan para investor yang notabene merupakan pemilik modal. Sampai dengan saat ini nasib buruh migran kita sangat menyedihkan. Angka kematian buruh migran Indonesia sepanjang 100 hari kinerja KIB II (20 Oktober hingga 27 Januari 2010) yang mencapai 171 orang.

Perlu diingat bahwa para buruh migran merupakan penyumbang devisa terbesar bersama produk migas. Eksploitasi buruh migran akan terus berlangsung selama keberpihakan terhadap pemilik modal mngedepan. Buruh migran adalah manusia biasa yang butuh hiburan, ketenangan, rekreasi, dan butuh segala macam keperluan yang menjadi hak dasarnya sebagai manusia. Buruh migran bukan hewan pesuruh yang selalu dipecut oleh tuannya. Mereka juga mempunyai perasaan selayaknya manusia belaka. Maka tak jarang terjadi kasus pembunuhan oleh buruh migran terhadap majikannya.
 
Marilah kita memikirkan kembali nasib para buruh migran sebagai pahlawan devisa dengan terus menyuarakan tuntutan mereka. Tuntutan yang tidak neko-neko. Mereka hanya minta KEADILAN...

Tips Mulai Menulis


Oleh Wongbanyumas
 
Apakah anda berfikir jika membaca adalah kegiatan yang membosankan? Jika ya cobalah untuk mulai menulis beberapa artikel dan tulisan. Mungkin kegiatan baru anda untuk menulis akan memberikan semangat baru bagi anda. Menulis bagi sebagian besar orang dianggap sulit dan hanya dapat dilakukan oleh mereka yang cerdas. Pernyataan tersebut tidaklah benar sepenuhnya. Siapapun bisa membuat sebuah tulisan yang dapat dinikmati oleh siapa saja. Jangankan menulis membacapun belum menjadi budaya di negeri ini. Fase dan tingkatan budaya manusia ada tiga yakni pada tahap pertama kebudayaan manusia adalah berbicara. Pada tingkatan kedua budaya manusia adalah membaca. Dan tingkatan tertinggi budaya manusia adalah menulis.
 
Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi mereka yang telah membisaakannya. Dengan menulis akan menjadi sebuah cara untuk melihat sampai sejauh mana isi kepala seseorang. Kita akan mampu melihat sejauh mana wawasan keilmuan seseorang dari tulisan yang dibuatnya. Tak hanya berisi wawasan keilmuan sang penulis, sebuah tulisan juga menggambarkan luasnya pengalaman hidup seorang penulis. Pernahkah kita membaca harry potter? Dalam tulisannya Jk Rowling menggambarkan imajinasinya yang sangat liar dan luas.

Ketika seseorang mulai menulis akan muncul pertanyaan
  1. Apakah yang harus saya tulis?
  2. Dimana saya akan mempublish tulisan saya?
Tulisan ini akan mencoba menjawab pertanyaan yang ada tersebut.

Buat sebagian orang yang baru memulai kegiatan menulis akan dibingungkan dengan isi yang hendak dituangkan dalam tulisannya. Seorang kawan pernah menanyakan apa yang harus ia tuliskan. Ia merasa sangat kesulitan untuk membuat sebuah tulisan. Kebanyakan kita berfikir bahwa menulis itu harus berupa tulisan ilmiah yang di dalamnya terdapat begitu banyak teori. Padahal kita bisa memulai kegiatan kita dengan menulis tulisan popular yang soft. Atau memulai menulis dengan format ala diary. Tulisan ringan seperti menulis curahan hati sering dibuat oleh kita tanpa sadar. Dan ketika kita membacanya lagi kita akan mengetahui bahwa kita ternyata bisa membuat tulisan.

Salah satu hal lagi yang menguatkan keyakinan saya bahwa pembaca bisa membuat tulisan adalah adanya facebook. Secara tidak sadar lagi-lagi mereka menuliskan pesan-pesan melalui update status dengan untaian kalimat yang menarik untuk dibaca dan dikomentari. Tak jarang update status itu berbuntut pada sebuah diskusi panjang yang menarik dan menyenangkan. Atau membuat catatan di facebook, banyak orang yang melakukan ini. Namun tetap saja mereka tak pernah yakin dengan tulisan mereka.
 
Jangan takut salah
Kesalahan bagi mereka yang akan mulai menulis adalah takut salah. Takut jika tulisan yang dibuat tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang ada, takut jika isinya tidak menarik, takut jika tidak ada yang membacanya, dan ketakutan paling besar adalah ketika ada yang mengatakan "tulisan kamu jelek banget sih". Memang tidak ada orang yang sempurna di dunia ini dan kesalahan merupakan hal yang lumrah buat kita. Justru jika kita mempunyai kesalahan dan ada yang mengkritik kita akan kesalahan itu kita dapat mengambil pelajaran dari sana. Kita akan tahu dimana letak kesalahan dalam tulisan kita dan itu justru menjadi motivasi tersendiri untuk kita.
 
Kalau takut salah yang ada hanyalah terus berada dalam bayang- bayang kesempurnaan. Seorang Thomas Alfa Edison berhasil menciptakan penemuan lampu pijar setelah mengalami ribuan kali kegagalan. Apakah kita akan menyerah untuk menulis karena alasan sepele ini? Tentunya tidak, kita harus mengambil langkah berani untuk mulai menulis.
 
Pernahkah kita mendengar suara seorang qori' Al-qur'an yang membacakan Ayat Nya dengan sangat merdu. Tentunya kita menginginkan hal yang sama dengan diri kita. Tunggu dulu, apakah qori itu hanya diam dan tiba-tiba punya suara yang merdu? Mereka terus membaca Al-qur'an tiap hari dan terus berlatih. Berlatih, ya satu kata penting yang membuat kita menjadi semakin baik. Kalau kata bijak dari barat bilang "practice make perfect" berlatih kan membuat kita sempurna.

Mulai sekarang juga
Banyak juga yang bingung akan menulis apa di secarik kertas atau di laptopnya. Kebingungan ini kan semakin menjadi jika tidak kunjung menemukan solusi. Ujungnya penulis akan menjadi malas untuk membuat tulisan. Ini sangat sering terjadi pada para pemula. Menulis memang membutuhkan nuansa yang nyaman kalau kata anak gaul "feelnya dapet" atau "berasa chemistrynya". Pendapat itu sangat benar sebab kalimat yang kita torehkan dalam sebuah tulisan merupakan apa yang ada dalam kepala kita.
 
Tulisan seseorang dipengaruhi oleh apa yang ada dalam fikirannya. Sayangnya sebagian kita selalu berfikir bahwa menulis itu sulit. Dan pikiran kita tersebut akhirnya menjadi sugesti yang begitu kuat dan mengakar yang akhirnya tak kunjung membuat tulisan. Satu kata untuk memulai menulis adalah SEKARANG, ya lakukan sekarang juga dan jangan ditunda. Bagi anda yang baru mulai menulis menunda berarti mengurungkan niat untuk menulis. Jikalau ingin menunda tulisan hendaknya kita telah mencatatkan beberapa paragraph yang nanti jika mood kita kembali akan bisa dilanjutkan lagi.
 
Buatlah tulisan soft yang menceritakan kegiatan kita dari bangun sampai tidur lagi. Tak perlu membuat essai yang isinya berat dulu. Substansi dari kegiatan menulis adalah penyampaian ide dan gagasan dari penulis kepada pembacanya. Jika pembaca mampu menangkap sinyal yang dikirimkan oleh seseorang melalui tulisannya maka penulis tersebut berhasil. Sampaikanlah apa yang ada di pikiran kita dan goreskan pena seolah pena itu bisa berbicara sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Mudah memang jika kita mau memulainya. Perlahan kita akan menemukan format terbaik dari tulisan kita. Sangat mustahil jika pada tahap awal menulis langsung menemukan gaya penulisan yang sesuai dan enak dibaca.
 
Manfaatkan internet
Bagi masyarakat modern internet adalah hal yang jamak dan lumrah. Jika dulu akses dan koneksi internet dianggap luarbisaa dan dimiliki oleh orang yang punya uang saja. Kini paradigm tersebut berubah seiring perkembangan teknologi yang teramat pesat. Hampir dari sebagian kaum muda pernah mengakses internet. Apalagi dengan booming situs jejaring social seperti twitter dan facebook. Para remaja dan anak muda seperti saya lebih sering mengakses internet daripada lapisan umur lainnya. Tapi kebanyakan pula kaum muda tak mampu membuat tulisan yang bagus. Walaupun bagu tersebut juga relatif sih… :P
 
Dengan alat yang namanya telepon genggam alias hape kita bisa mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Alat kecil ini semakin mendekatkan kita pada belahan lain dunia sehingga bumi ini Nampak tanpa adanya batas (borderless). Hape jaman sekarang sudah dilengkapi browser untuk mengakses internet. Saying sekali jika kedekatan kita dengan teknologi informasi ini tidak dimanfaatkan secara optimal (taunya facebook aja kali ya?).
 
Kita bisa memanfatkan begitu banyak informasi di internet sebagai bahan tulisan kita. Kalau digambarkan informasi yang beredar di dunia maya seperti gerombolan ikan yang berenang bebas kesana-kemari dalam sebuah aliran sungai. Ikan tersebut tergantung pada kita entah akan dimanfaatkan atau tidak. Atau hanya dibiarkan begitu saja sampai ada orang lain yang menangkapnya. Kalaupun kita mengalami kesulitan ada begitu banyak bantuan yang diberikan oleh mesin pencari. Mesin encari seperti google, yahoo, ask, msn, dan lainnya memudahkan kita untuk menemukan informasi.

Kalau masih bingung bagamana memanfaatkan informasi di internet saya hanya akan menyuruh anda MEMBACA. Rajin-rajinlah mengakses informasi dan membacanya agar menjadi tambahan pengetahuan ketika anda menungkan gagasan anda dalam sebuah tulisan. Ingin dapat ilmu dan pengetahuan yang lebih maksimal? Diskusikan apa yang kita temukan dengan teman-teman. Diskusi memang ampuh untuk menambah wawasan kita.
 
Ayo ngeblog!!
Lalu jika tulisan kita telah selesai di buat harus bagaimana lagi? Ga mungkin ada percetakan yang mau menerima tulisan kita. Berarti tulisan kita sia-sia kah? Eits jangan putus asa dulu gan. Mari manfaatkan internet untuk mempublish tulisan kita. Lagi-lagi internet menawarkan banyak hal untuk kita. Jika anda sedang membaca tulisan ini pasti tau yang namanya blog. Web log atau yang popular dengan istilah blog rata-rata user internet memilikinya. Website pribadi yang disediakan gratis untuk kita ini manjadi sarana ampuh untuk mempublish tulisan kita.

Tak perlu berlama-lama mengirimkan tulisan kita ke media mainstream agar tulisan kita dibaca oleh orang lain. Buat blogmu sendiri dan jadilah pemenang dengan merebut hati para pembacanya melalui tulisan kita yang bermanfaat. Blog memang ampuh bagi meraka yang berjiwa bebas. Kita bisa menentukan isi maupun tampilan tanpa ada yang mengatur. Semua teserah anda. Mungkin tulisan ini bisa sedikit membantu anda yang akan mulai menulis. Dan saran saya buat anda adalah tetap semangat…!!

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Karya : Taufiq Ismail


 

I

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini


 

II

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.


 

III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.


 

IV

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

Indonesia Sarang Mafia

Oleh wongbanyumas


 

Indonesia selalu mempunyai cerita menarik yang disuguhkan setiap hari di layar kaca. Setelah sempat dihebohkan dengan skandal centurygate yang melibatkan banyak pejabat tinggi Negara. Kini public kembali digegerkan dengan adanya kasus mafia peradilan. Kalau menyebut kata mafia kita akan teringat dengan film-film dari italia dan Amerika. Salah satu film mafia yang popular yakni Godfathernya Al-pacino. Dalam film tersebut menggambarkan kejahatan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisir.


 

Mafia berawal dari organisasi rahasia di sisilia. Mereka bergerak dalam berbagai usaha criminal. Organisasi mafia mendapatkan perlindungan ketika bersentuhan dengan hukum dan pajak. Sebab dalam organisasi ini penuh dengan suap. Pada abad ke 20 organisasi mafia berpindah ke Amerika dan menguasai dunia gelap dan criminal di sana. Anggota mafia disebut Mafioso yang artinya orang-orang terhormat.


 

Dalam dunia peradilan ternyata mafia juga hadir. Para mafia ini nantinya akan mempengaruhi setiap putusan peradilan. Bagaimana bias? Suap, ya suap memang jadi jawaban semuanya. Bagaimana kekuatan uang dan modal mempengaruhi pengambilan keputusan dalam sebuah persidangan. Kalau dulu kita hanya meyakini keberadaannya kini kita bias menyebut langsung personnya. Semenjak Susno 'curhat' maka terungkap banyak tokoh kepolisian yang nota bene sebagai penegak hukum menjadi mafia.


 

Mafia ada di mana-mana. Tak hanya ranah hukum dan politik praktik mafia juga menjangkiti dunia sepakbola. Banyak klub yang protes akibat wasit yang kerap memberikan putusan yang controversial dan tentu saja merugikan. Yah ini memang realita dan tidak jadi rahasia lagi.