Pages

Pendidikan Bagi Anak TKI di Sabah


Oleh Wongbanyumas
Menurut data catatan KJRI Kota Kinabalu, jumlah WNI yang berada di Sabah per 09 Februari 2012 sejumlah 401.773 orang, dengan komposisi TKI dan Tanggungan 305.584 orang, Tenaga Profesional (guru, pilot, dosen dan dokter) 165 orang dan sisanya sejumlah 96.024 orang adalah masyarakat keturunan yang masih memegang paspor RI, dan lain-lain. (Brafaks KJRI KK No.B.00042/KOTA KINABALU/120209 Tanggal 9 Februari 2012).
Dari sejumlah WNI tersebut di atas, sebanyak 53.768 orang adalah anak-anak. Ini adalah data konkrit yang terdapat di KJRI, padahal dilapangan banyak sekali anak-anak Indonesia yang lahir tanpa akta lahir, apalagi paspor. Jadi jumlah diatas bisa berlipat menjadi 150% - 200%.
Pemerintah Indonesia pada 2006 mulai mengambil langkah untuk menangani nasib pendidikan anak-anak Indonesia yang ada di Sabah dengan membuat MOU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia melalui NGO Borneo Child Aid – Humana Child Aid Society Sabah. Pemerintah menyadari, cepat atau lambat, anak-anak ini akan tumbuh dewasa tanpa pendidikan yang cukup, yang nantinya jika mereka dipulangkan suatu saat nanti di Indonesia, banyak permasalahan yang akan timbul.
Sampai saat ini, program pengiriman Tenaga Pendidik ke Sabah masih terus dilakukan dengan harapan nantinya Tenaga Pendidik ini dapat, setidaknya, membantu anak-anak Indonesia yang berada di Sabah untuk mendapatkan sedikit pendidikan yang layak. Lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali.

1 komentar:

  1. pendidikan anak usia dini sangat penting karena sebagai pondasi agar generasi muda tidak benci dengan belajar, kalau menurut saya yang terpenting adalah metode yang digunakan haruslah tepat :) terima kasih
    salam kenal dari kami biMBA AIUEO Cilegong

    BalasHapus

Ayo ungkapkan pendapat kamu...