Pages

Kewajiban Syariat yang Tereduksi

Oleh Wongbanyumas

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (Al-Baqarah: 208)

Tulisan ini diawali dengan sebuah ayat yang memerintahkah orang beriman untuk berislam secara kaffah atau menyeluruh. Mengamati kondisi kekinian di tengah masyarakat indonesia yang plural dan heterogen. Akan ditemui sebuah paradoks kebimbangan ummat islam Indonesia dalam mengamalkan ayat ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat islam terbesar dalam suatu negara (nation, state) bukan di Arab Saudi, melainkan Indonesia. Dari dua ratus lima puluh juta jiwa lebih dari delapan puluh persennya adalah beragama Islam.

Lalu ketika islam menjadi agama mayoritas apakah islam juga menjadi tuan rumah di negerinya sendiri? Berdaulat untuk mengatur negara berdasarkan jalan yang telah ditetapkan dan dituntun melalui kitab suci dan hadits para ulama. Apakah ummat islam sudah menjadikan syari’ah islam sebagai way of life dan sumber hukum?

Kata syari’ah sendiri berasal dari bahasa arab syir’ah yang artinya sumber mata air. Sedangkan secara istilah syari’ah adalah “maa anzalahullahu li ‘ibaadihi minal ahkaami ‘alaa lisaani rusulihil kiraami liyukhrijan naasa min dayaajiirizh zhalaami ilan nuril bi idznihi wa yahdiyahum ilash shiraathil mustaqiimi.” Artinya, hukum-hukum (peraturan) yang diturunkan Allah swt. melalui rasul-rasulNya yang mulia, untuk manusia, agar mereka keluar dari kegelapan ke dalam terang, dan mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus.

Jika ditambah kata “Islam” di belakangnya, sehingga menjadi frase Syari’at Islam (asy-syari’atul islaamiyatu),berarti Syari’at Islam adalah hukum-hukum peraturan-peraturan yang diturunkan Allah swt. untuk umat manusia melalui Nabi Muhammad saw. baik berupa Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi yang berwujud perkataan, perbuatan, dan ketetapan, atau pengesahan. Secara singkat syari’at islam berarti aturan dan ajaran agama islam.

Bagi seorang muslim menjalankan syari’at agamanya adalah wajib dan tidak ada tawar menawar sama sekali. Sebagai ayat di atas memerintahkan seorang muslim untuk total dalam berislam. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas sebagai berikut :
“Allah swt telah memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya agar mengadopsi system keyakinan Islam (‘aqidah) dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya selagi mereka mampu.”

Pendapat Imam Thabariy senada dengan tafsir, beliau menyatakan :
"Ayat di atas merupakan perintah kepada orang-orang beriman untuk menolak selain hukum Islam; perintah untuk menjalankan syari’at Islam secara menyeluruh; dan larangan mengingkari satupun hukum yang merupakan bagian dari hukum Islam.”

Belakangan ini kita disuguhkan dengan adegan densus 88 yang melakukan beberapa penangkapan. Bahkan densus tak segan-segan melakukan eksekusi langsung di tempat kejadian terhadap mereka yang masih “dicurigai” sebagai teroris. Perlu kita menggaris bawahi “dicurigai” karena mereka yang jadi korban densus belum terbukti sama sekali melakukan tindakan teror. Polisi hanya berdalih ini dan itu untuk menutupi kebodohan tindakan mereka sendiri. Ternyata sampai dengan saat ini pun semua tuduhan yang dialamatkan tak pernah terbukti sedangkan nyawa mereka telah melayang.

Usut punya usut mereka yang dicurigai sebagai teroris dikarenakan aktivitas dan kesibukan mereka berdakwah. Para korban densus menyerukan agar manusia kembali kepada aturan Allah dan menegakkan syari’at Allah. Perjuangan mereka dilatarbelakangi keikhlasan dan kepedulian terhadap nasib bangsa yang makin lama tak kunjung membaik.

Perjuangan menegakkan dienul islam kini secara halus mendapat tentangan dari pemerintah yang berkuasa saat ini. Islam dianggap sebagai sebuah ancaman lantaran islam sama sekali tidak memberikan ruang toleransi untuk melakukan kejahatan. Islam melarang korupsi, islam menindak tegas para pencuri, islam mewajibkan pemimpin untuk mensejahterakan rakyatnya, islam memerintahkan agar para pelaku yang mengakibatkan negeri hancur harus dihukum berat bahkan sampai dibunuh.

Jika syariat diberlakukan maka tak kan ada lagi klab malam dengan wanita moleknya. Begitu pun dengan bisnis minuman keras yang tak lagi bisa menjual botol-botol berisi alkohol. Para pegiat judi pun akan kehabisana akal untuk menarik para penjudi ke meja hiburan. Bisnis dan transaksi lendir prostitusi juga akan berhenti ketika negeri ini patuh pada syari’at Allah. Oleh karena itu mereka yang menggantungkan hidup dari bisnis-bisnis terlarang tersebut khawatir. Terutama polisi dan politisi yang selama ini menjadi tameng terdepan agar bisnis haram tersebut tetap berdiri.

Secara perlahan para penguasa industri haram menjalin relasi dengan pemerintah dan raksasa media. Mereka mempunyai agenda agar ummat islam alergi terhadap agamanya. Isu terorisme yang menjadi trend di abad 21 dihembuskan terhadap organisasi yang concern terhadap penegakan syari’at islam. Mereka ditunjuk sebagai dalang berbagai aksis teror yang sampai sekarang tidak pernah terbukti bahwa organisasi tersebut terlibat. Siapa saja yang tertangkap karena dituduh teroris selalu dikaitkan dengan jamaah Y ataupun jamaah Z. Bahkan para asatidz yang hanif dan istiqomah memperjuangkan syari’at juga menjadi korban skenario media.

Salah satu raksasa media negeri ini pun tak pernah lelah mewartkana kabar terdepan seputar terorisme. Berbagai liputan langsung dilakukan ketika terjadi penggerebekan di berbagai tempat. Padahal kita tahu sebenarnya media tidak mempunyai akses yang teramat dekat dengan tempat kejadian. Hal ini tidaka akan terjadi apabila tidak ada selingkuh antara penguasa media dengan pengusaha.

Tak jarang raksasa media mendatangkan “ahli mendadak” untuk menomentari sebuah peristiwa dan kejadian. Padahal para ahli mendadak itu sebelumnya sama sekali tidak pernah dikenal oleh publik sebagai pakar. Mereka muncul seolah sebagai seorang yang sudah kemlotok mengenai persoalan teror dan terorisme. Tak pernah sekalipun dihadirkan pihak lain sebagai penyeimbang media. Padahal dalam etika jurnalitik seorang jurnalis harus menyampaikan berita berdasarkan fakta yang bersifat cover both side.

Perlahan pemikiran masyarakat mulai tercuci dan terpengaruh. Namun tak sedikit pula yang menyadari bahwa berita-berita itu hanya seongok sampah media. Banyak yang akhirnya beranggapan bahwa menjadi manusia dengan gaya hidup modern ala barat lebih baik dari pada menjalani hidup secara syar’i. Wanita yang (maaf) telanjang lebih diterima oleh publik dari pada wanita yang menganakan jilbab lebarnya. Pria dengan anting dan tato lebih disukai dari pada mereka yang berjanggut dan berpeci.

Islam memang selalu menjadi komoditas empuk bagi para politisi. Setiap menjelang pemilihan umum ummat islam selalu didekati dan diberi iming-iming. Namun apabila telah terpilih ummat islamlah yang pertama kali dipentung.

Proses reduksi terhadap syari’at sudah menunjukkan hasil. Terlebih kepada mereka yang tak pernah mengenyam pendidikan islam secara intensif. Pendidikan islam yang diterima hanyalah melalui bangku sekolah yang tak seberapa. Bahkan saya sempat bertanya kepada seorang kawan mengenai syari’at islam. Tanpa babibu teman saya langsung berseloroh lantang “saya tidak setuju syari’at islam”. Cukup geli mendengar statemen tersebut. Uniknya saya menanyakan itu ketika berada di sebuah musholla dan kami baru saja menunaikan sholat. Lalu saya bertanya kembali “tahukah kamu bahwa sholat, puasa, dan zakat adalah bagian dari syari’at islam??”. Dia pun tercekat dan wajahnya memerah karena malu.

Dari peristiwa tersebut saya sedikit berkesimpulan bahwa kurangnya pemahaman berislam juga menjadi salh satu faktor mudahnya masyarakat ditipu oleh media. Masyarakat lebih percaya kepada televisi dari pada percaya kepada seorang ustadz. Masyarakat yang awam pun menjadi alergi ketika disebut syari’at islam.

Kalau di Amerika dan sebagian besar negara Eropa terjadi ketakutan terhadap agama islam amat saya maklumi lantaran sebagian besar penduduknya adalah bukan muslim. Namun jika ketakutan terhadap islam (islamophobia) dikalangan penduduk negeri yang mendapat predikat negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia maka akan menjadi hal yang sanget. Ironi yang terjadi saat ini memang sudah terlaksana secara baik beradasarkan grand design musuh ummat islam.

Menyikapi fenomena ini kita tidak boleh diam dan berpangku tangan. Ada beberapa point yang mesti dilakukan oleh ummat islam. Pertama, lakukan penguatan terhadap pemahaman agama islam melalui jalan dakwah. Kedua, ummat islam membutuhkan media tandingan guna mengcounter serangan media yang sudah terkooptasi kepentingan yahudi. Ketiga, ummat islam semestinya lebih mendekatkan diri kepada Allah, sebab sekeras apapun manusia berusaha semua hasilnya ada di genggaman Allah.

Tip Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Oleh Wongbanyumas

Pasca UN (Ujian Nasional) baik SD, SMP, maupun SMA selalu ada kekhawatiran bagi siswa maupun orang tuanya. Sekalipun anaknya telah manjalani tes akhir pada tiap fase jenjang pendidikan namun kekhawatiran itu selalu ada. Khususnya pada fase menuju jenjang pendidikan tinggi. Kebanyakan orang tua merasa takut kalau-kalau buah hatinya tidak mampu menembus ujian negara untuk memperoleh jatah pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Sampai dengan saat ini perguruan tinggi negeri (PTN) memang masih menjadi primadona dan memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian besar masyarakat pencari ilmu. Tak bisa dibantah bahwa fasilitas dan kualitas PTN berada diatas rata-rata kampus di Indonesia. Selai itu juga PTN lebih terjangkau biaya pendidikannya. Hal ini tak lain dan tak bukan lantaran perguruan tinggi negeri mendapatkan sokongan dan bantuan keuangan dari negara.

Buat kamu yang ingin melangkah menuju perguruan tinggi negeri saya mencoba berbagi. Tulisan ini bukan rekaan maupun rekayasa, namun sebuah suguhan pengalaman hidup yang pernah penulis alami. Tak hanya bersumber dari penulis beberapa hasil diskusi dengan teman saya selama kuliah juga akan saya share di sini.

Berikut ini tipsnya:
  1. Niatkan dalam hati bahwa kamu hendak menuju jenjang pendidikan tertinggi. Menguatkan tekad dan niat akan memberika kekuatan ekstra kepada kita;
  2. Tentukan pilihanmu mau ke kampus mana. Menentukan pilihan memang sulit, lantaran kita disuguhi oleh banyak pilihan. Ketika kita bisa memilih kampus dan fakultasnya maka akan semakin mudah menjalankan serta menyusun rencana;
  3. Belajar dan bekerjakeraslah. Di dunia ini tak ada yang diperoleh secara Cuma-Cuma dan mudah. Segalanya butuh pengorbanan. Begitupun meniti karir akademik di kampus juag membutuhkan sebuah kerja keras dan pengorbanan;
  4. Mintalah restu pada orang tua. Hal yang satu ini kadang seperti dianggap sepele. Seandainya kita memahami betapa besar peran keridhoan orang tua kita maka kita akan selalu meminta ridho padanya. Ingat doa orangtua sangat didengar oleh Allah;
  5. Berdoa dan berikhtiarlah pada Allah. Setalah belajar dan berupaya maka kita tinggal menunggu hasilnya sahaja. Persoalan hasil itu baik atau buruk mari kita pasrahkan dan ikhtiarkan pada Nya.

Sekian tips yang bisa saya berikan dan sampaikan kali ini. Semoga tips sederhana ini berguna bagi rekan sekalian yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Salam sukses selalu...

Back to Bike, Waktunya Berolahraga

Oleh Wongbanyumas

Salah satu aktivitas yang sedang booming di kalangan warga ibukota adalah bersepeda. Padahal sesungguhnya bersepeda bukanlah hal yang asing bagi masyarakat pedesaan atau kota kecil lainnya. Di beberapa tempat sepeda masih menjadi kendaraan favorit. Lihat saja di kota seperti jogja dan solo yang masih bisa kita jumpai masyarakat meraktivitas menggunakan sepeda. Di jogja pun diberikan jalur khusus bagi mereka yang menggunakan sepeda. Sepeda sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat desa. Pergi ke pasar atau berladang kerap mengandalkan sepeda sebagai lata transportasi.

Demam bersepeda di ibukota khususnya berawal ketika beberapa komunitas pecinta sepeda mencetuskan gerakan bike to work. Gerakan bike to work ini sesuai dengan namanya mencoba menjadikan sepeda sebagai alternatif transportasi menuju kantor atau tempat kerja. Bike to work pun akhirnya dijadikan nama komunitas bagi mereka yang punya kesenangan sama dan tujuan sama. Hidup sehat tak melulu harus ke tempat fitness atau stadion. Hidup sehat juga bisa dengan bersepeda.

Mengenal Retic Albino

Oleh Wongbanyumas

Siapapun akan terpesona dengan kecantikan ular yang satu ini, Albino Reticulated Python. Namun tahukah kamu bahwa albino retic itu ada beberapa type? Kali ini kita akan membahas khusus mengenai albino retic. Albino secara singkat merupakan mutasi genetik yang mengakibatkan hilangnya warna hitam (melanin) pada kulit ular. Hal ini mengakibatkan warna ular menjadi sangat cerah dan cantik. Mutasi gen albino sendiri bersifat resesif yang artinya hanya dapat diturunkan langsung kepada anaknya jika kawin dnegan sesama albino.

1. Albino Type Satu (Clark Strain)
Seperti namanya albino ini pertama kali dibuktikan sebagai proven morph oleh Bob Clark, salah satu breeder terkemuka di jagat bumi saat ini pada tahun 2000. Albino type satu sangat unik karena bersifat polymorphic yang artinya keturunannya punya warna yang berbeda-beda. Dalam satu clutch anakan akan ditemukan tiga warna yakni putih (white phase), lavender phase, dan purple phase.
White Phase @Jay PP
Lavender @Jay PP

Purple Phase Albino @Jay PP


Asal muasal retic Albino ini berasal dari Mr Wong yang dibeli oleh Bob. Kemudian Bob melakukan pemuliaan dan pada akhirnya retic albino dapat dikembangkan dan menyebar ke seluruh dunia.
F0 @999Lucy (Reptilx)



2. Albino Type Dua (Kahl Strain)
Tipe tiga ini juga dikenal dengan nama amelanistic atau disingkat amel. Albino amel adalah tipe albino sejati karena benar-benar memiliki warna putih yang bersih dan memiliki mata merah. Kebanyakan orang sulit membedakan albino amel dengan albino white phase. Namun kalau ternyata teliti albino amel memiliki kepala berwarna putih dan mata full merah. Albino ini terbukti proven morph oleh kahl baldogo pada 2003.
Albino Amel @Bob Clark



3. Albino Type Tiga (Caramel)
Dikenal dengan warnanya yang seperti caramel. Caramel = menambah pigment hitam pada albino yg disebut T +. Semua warna hitam diganti dengan warna ungu. Semua pigmen gelap lainnya tidak ada. Warna yang muncul adalah keemasan, kuning pucat dan ungu.
Caramel @Bob Clark

Sebagai Informasi tambahan apabila retic albino beda tipe dikawinkan maka tidaka akan menghasilkan albino. Hasilnya adalah anakan normal yang membawa het (dobel) albino.


Mengapa Memilih Ular Sebagai Hobby

Oleh Wongbanyumas

Ular dikenal sebagai hewan berbahaya dan berbisa. Tak hanya itu uler juga identik sebagai makhluk yang licin dan berlendir. Ular pun dikenal memiliki badan yang bau dan amis. Namun sesungguhnya semua hal tersebut tidak selamanya benar. Tidak semua ular itu berbisa lho, contohnya ular dari keluarga python dan boa. Ular pun sebenarnya tidak licin dan berlendir. Mungkin bayangan tersebut mencul krn sisik ular yang mengkilap dan bercahaya. Ular pun sebenarnya tidak bau ataupun amis. Yang membuatnya bau adalah jika badannya terkena air seni atau kotorannya sendiri.

Demikianlah ular dengan segala macam pandangan negatif terhadapanya. Namun itu tak menyurutkan saya untuk tidak bermain dengan mereka. Kecintaan saya terhadap reptil melata ini sejak saya kecil. Jika waktu kecil saya hanya dapat mengagumi dan berandai-andai dapat memeliharanya. Kini impian saya telah terwujud dan saya telah memelihara beberapa ekor ular di rumah. Sudah setahun saya memulai menggeluti hobi ini. Dulu saya menggeluti hobi ikan hias.
Ada beberapa hal yang membuat saya menjatuhkan pilihan akhir pada hewan yang satu ini. Meskipun hobi ini awalnya mendapatkan tentangan dan pandangan sinis dari para tetangga. Berikut ini beberapa alasannya:

1. Perawatannya yang mudah dan simpel
Tak seperti anjing ataupun kucing yang harus diberi pakan setiap hari. Ular hanya cukup diberikan pakan seminggu sekali. Itupun dengan kuantitas yang tak terlalu banyak. Bagi sebagian besar warga ibukota atau kota besar lainnnya memiliki hewan kesayangan adalah salah satu cara untuk melepas penat dan stress. Ular adalah satu pilihan terbaik karena memang terkenal low maintenance. Membersihkan kotorannya pun sama dengan pemberian pakan. Interval satu minggu sekali cukup bagi mereka yang menginginkan kebersihan kandangnya.

2. Tidak banyak menghabiskan dana untuk pakan
Menu makanan utama ular adalah tikus mencit. Namun makanan ular juga bisa bervariasi dan tergantung pada ukuran ular dan kebutuhan pakannya. Untuk ular yang masih kecil pingkies cukup untuk menganjal perut. Lain lagi dengan ular besar macam keluarga python yang membutuhkan pakan dengan ukuran cukup besar seperti ayam atau marmut. Sebesar atau sebanyak apapun pakan ular kita tentunya lebih murah dari hewan lain seperti anjing dan kucing bukan. Selama satu pekan seekor ular sanca berukuran besar cukup diberi pakan seekor kelinci besar sedangkan ular kecil cukup diberikan pakan mencit.

3. Ular adalah hewan yang sangat menyenangkan
Definisi menyenangkan bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Untuk pemeliharaan ular bagi saya sisi menyenangkannya adalah ketika ular tersebut tumbuh besar dan gemuk. Salah satu kenikmatan para pemelihara ular adalah ketika melihat ular mereka makan. Mualai dari menginta mangsa sampai membelit dan menelan mangsa adalah pemandangan yang sangat menarik. Selain itu yang paling ditunggu para pecinta ular adalah menunggu ular mereka selesai melakukan pergantian kulit atau shedding.

4. Ular bukan jablai
Jangan dibelai, itulah bagaimana seharusnya pola interaksi manusia dengan ular. Berbeda dengan hewan mamalia atau jenis burung, ular tak membeutuhkan belaian. Ular pada adsarnya adalah hewan yang primitif dan memiliki otak yang kecil. Para pemilik ular yang telah lama memelihara ular menyatakan bahwa ular sama sekali tidak menginginkan sentuhan dan belaian di kepala. Justru yang terjadi ular kerap akan merasa terancam dan keget ketika kepala atau bagian lehernya di sentuh. Cara memegang ular pun dilakukan dengan memegang bagian bawahnya. Jadi tanpa waktu yang intens untuk saling membelai pun kita bisa menikmati keindahan ular kita.

Dari sekian banyak argumentasi saya hanya mengajukan beberapa point di atas. Sekiranya penjelasan saya sebelumnya dapat memberikan motivas atau bahkan menjadi rujukan untuk mempertimbangkan memelihara ular.

Aku Masih Miskin

Oleh Wongbanyumas

Indonesia, negara yang dilimpahi berkah dan nikmat begitu banyak dari Allah swt. Sejak jaman dahulu kala banyak negara yang mengakui bahwa negeri kita adalah negeri yang kaya, gemah ripah loh jinawi. Negara-negara besar kala itu tak segan mengeluarkan dana dan tenaga yang besar guna melakukan invasi ke indonesia. Demi menjarah anak negeri dan merampas setiap inchi tanah di bumi pertiwi. Inggris, portugis, Belanda, dan jepang adalah negara yang mengincar kekayaan alam indonesia. 

Sampai dengan saat ini negeri kita juga tetap dikenal sebagai negeri kaya nan indah. Zamrud katulistiwa, disematkan kepada negara yang berada pada garis katulistiwa. Kalau dilihat melalui satelit via google earth maka kita akan menemukan sebuah pemandangan luar biasa mengenai indonesia. Gugusan pulau yang menghijau memanjang bak untaian zamrud. Tak ada yang meragukan kekayaan negeri ini.

Namun semua itu tidak berbanding lurus dengan keadaan sebagian besar rakyat indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh PBB lebih dari lima puluh persen penduduk indonesia penghasilan pertahunnya berada di bawah standar. PBB menetapkan sebuah standar yang menurut aku itu adalah standar yang rendah untuk mengetahui seberapa besar angka penghasilan dan seseorang. Siapa saja yang penghasilannya berada di bawah standar itu maka disebut sebagai poor country alias negara MISKIN.

Label negara miskin disematkan kepada indonesia. Penghasilan penduduknya rata-rata tak lebih dari enam juta rupiah pertahun. Sebuah statistik yang menggambarkan sebuah keanehan. Bagaimana mungkin negara yang memiliki beragam potensi kekayaan alam ini masuk ke dalam daftar negara miskin? Apa sih yang tidak ada di indonesia? Emas, perak, tembaga, minyak, batu bara, panas bumi, nikel, padi, kelapa, cokelat, dll.  Semuanya ada di indonesia, bahkan sumber daya manusia yang handal dan cerdas juga banyak. Apa yang salah dengan negeri ini?

Sempat aku menyaksikan beberapa kali seorang pria gempal berbadan tegap mengumumkan status pertumbuhan ekonomi di indonesia. Pria tambun itu sering masuk televisi dan memberikan pernyataan. Mereka memanggilnya dengan panggilan SBY atau lebih singkatnya SiBu(a)Ya. Sudah tujuh tahun pria gendut itu memimpin namun tak juga menunjukkan arah perbaikan dan stabilitas. Si gendut selalu memberikan lip service soal angka pertumbuhan ekonomi negara kita yang tinggi dan membaik.

Faktanya masih banyak gembel yang berkeliaran di pelosok negeri. Mengais tempat sampah dan gundukan-gundukan sisa makanan di restoran. Mencari apa yang bisa mereka makan untuk mengganjal perut mereka malam ini. Mana pernah terbersit dalam pikiran mereka soal pasar modal, index harga saham, serta beberapa tetek bengek yang disebutkan oleh sibuya. Mereka hanya tau bahwa hari ini harga beras mahal. Mereka hanya tahu bahwa hari ini untuk memperoleh pekerjaan itu sulit. Kaum miskin hanya tahu bahwa mereka tetaplah MISKIN, tak seperti yang diucapkan sibuya bahwa kesejahtreaan masyarakat membaik.

Kebohongan publik kah ini? Pembodohan sistematis kah ini? Aku tak tahu apa yang terjadi di negeri ini. Negara ini seharusnya menjadi sebuah negara besar dan adidaya. Menjadi negara yang terhormat dalam pergaulan internasional serta disegani. Mimpi ku adalah melihat negeri ini besar  dan sejahtera. Pemimpin negeri ini harus bisa memberikan jaminan kesejahteraan dan kemakmuran. Semua sarana telah disediakan oleh Allah swt. Tuhan telah memberikan modal pembangunan bagi negeri ini berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah.

Bukankah indikator keberhasilan seorang pemimpin negara adalah ketika dia bisa membuat rakyatnya tidur tenang dalam keadaan perut kenyang. Tak perlulah pimpinan yang hanya bisa tebar janji ataupun tebar pesona. Kami lapar dan kami tidak butuh semua dagelan konyol yang kalian pertontonkan wahai para elit negara. Sesungguhnya kami muak dan hampir putus asa melihat tingkah laku kalian melalui kotak kaca di rumah kami.

Ya tuhan apa yang sesungguhnya melanda negeri kami? Apakah ini cobaan agar kami semakin kuat ataukah ini adalah azab lantaran pimpinan kami. Pemimpin negeri ini yang tidak bisa berlaku adil terhadap kami. Pemimpin yang tega menzalimi anak-anak, ibu hamil, dan pemuda miskin. Ya tuhan berilah kami kemudahan untuk menatap kedepan menyongsong zaman keemasan negeri ini. Berikan kami pemimpin yang taat padamu dan mencintai kami sebagai rakyatnya.

Mungkin tulisan ini adalah salah satu caraku untuk meluapkan kekesalan. Lebih baik demikian dari pada aku harus mengamuk bak orang gila. Beginilah caraku untuk meluapkan emosi bahwa aku telah tertipu oleh si gendut. Inilah pengakuan ku bahwa AKU MASIH MISKIN.