Pages

Berangkat sekolah lebih pagi

Oleh wongbanyumas

Saya agak kaget ketika mendengar berita bahwa pemda DKI memajukan jam masuk sekolah. Awalnya jam masuik sekolah pukul 07:00 Wib dimajukan menjadi pukul 06:30 Wib. Kebijakan pemerintah provinsi ini sangatlah tidak populer di kalangan masyarakat terutama para orang tua siswa. Dengan dalih bahwa murid-murid yang berankat sekolah menyumbangkan kemacetan sebesar 30% pemprov dengan enaknya mengeluarkan kebijakan yang boleh dibilang agak keblinger. Kebijakan yang lagi-lagi mengorbankan rakyat banyak dan terutama rakyat kecil. Keberpihakan Pemprov DKI terhadap rakyat kecil sangat kurang.

Mengapa harus anak sekolah yang harus dikorbankan hanya untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas. Padahal penyumbang angka kemacetan yang lain adalh para bapak yang dengan enaknya memakan badan jalan dengan kendaraan pribadi yang ternyata memang hanya dinaiki secara pribadi. Padahal ada berbagai moda transportasi yang tersedia mulai dari bus kota, busway, angkot, taksi, ojek, bahkan waterway siap mengantarkan anda ke tempat tujuan. Tetapi yang justru terjadi adalah menorbankan para pelajar.

Saya termasuk orang yang sangat tidak setuju dengan kebijakan ini. Melihat kondisi keamanan di DKI yang sangat rawan membuat saya berfikir jika adik-adik saya berangkat sekolah sejak jam setengah lima pagi bagi yang rumahnya berada di daerah satelit seperti bogor, tanggerang, depok, dan bekasi. Dalam kadaan pagi buta ancaman kejahatan jelas mengintai mereka kapan saja. Tindak kejahatan macaam penjambretan dan pe ncopetan masih menunjukkan nafasnya di pagi hari.

Satu pernyataan yang terlintas dalam pikiran saya “emangnya kalo anak sekolah berangkat lebih pagi bisa ngurangin macet??”. Pertanyataan tersebut masih saja terus terngiang mengingat jumlah anak sekolah di ibukota tidaklah sedikit.

Ketika membicarakan statistik, memang benar jumlah pelajar yang berangkat sekolah menyumbangkan angka kemacetan sampai 30 persen pada pukul 07:00. Namun statistik tersebut terlihat hanya angka yang tidak berarti dalam menyumbang anka kemacetan. Perlu ditinjau apakah selain pelajar ada aktivitas lain yang memenuhi jalan raya di bagi hari? Jawabnya banyak, sebab banyak pula para pegawai yang berangkat kerja lebih awal. Bahkan selepas shubuh banyak bapak yang langsung berangkat untuk menghindari kemacetan.

Setiap kebijakan tentunya akan menimbulkan pro dan kontra. Tentangan paling mengemuka jelas meluncur dari murid para orang tua dan para guru. Memang kebijakan ini akan membuat siswa untuk bangun lebih pagi. Tetapi justru ketika mereka bangun pagi mereka tidak dapat menikmati hangatnya mentari pagi bersama ayah dan ibu. Melainkan sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah. Orang tua pun dibuat pusing sejak pagi hari sehingga tidak sempat bercengkrama sejenak. Paling tidak momentum pagi hari sebagai momentum keluarga untuk berkumpul bersama di meja makan.

Secara psikologis si anak akan terganggu. Kejiwaannya menjadi labil dan cenderung emosional karena semakin kehilangan sentuhan dari orangtua. Berujung pada prestasi yang mungkin akan turun sebab anak akan merasa kesal, marah, sedih, dan berbagai emosi lain. Memang terlihat remeh dengan kebijakan pemprov DKI ini tapi efeknya luar biasa besar dan banyak.

1 komentar:

  1. itu membut anak berangkat lebih pagi....

    jd bsa lbh sering solat subuh, & anak juga akan terbiasa untuk tidak tidur terlalu malam.....

    liat positifnya aza

    BalasHapus

Ayo ungkapkan pendapat kamu...