Pages

Belanja Kepala Ayam di Pasar Jatinegara

Oleh Wongbanyumas

Seperti biasa setiap weekend entah hari sabtu atau ahad saya selalu bergegas menyalakan si azzura, kuda besi kesayanganku. kukendarai azzura menuju salah satu pasar regional terbesar di jakarta. Kalau kalian tinggal di jakarta timur tentunya tau dong dengan pasar jatinegara (jatner). Tujuan ku ke pasar itu selalu sama setiap pekannya. Berburu kepala ayam merupakan kegiatan rutinku. Aku butuh sekitar lima belas sampai dengan dua puluh potong kepala ayam per pekan untuk makanan retic di rumah.

Kebetulan saya selalu memilih rute masuk lewat jalan jatinegara barat. Pintu masuk di sini terbilang tidak terlalu ramai seperti pintu timur. Hanya sesekali nampak motor yang penuh membawa barang berlalu-lalang. Begitu memasuki pintu masuk kita akan ditarik retribusi masuk pasar sebesar seribu lima ratus rupiah. Kalau bisa minta karcisnya sekalian sebagai bukti sah kita bayar retribusi ya.

Lewat pintu masuk pasar aku memilih untuk mengambil kanan. Sepanjang jalan terlihat pejual daun kelapa yang masih muda. Mulai dari ketupat sampai janur kuning pun terpampang di depan kios mereka. Setelah melewati blok para penjual daun kelapa aku menuju los ayam. Los ayam ini berada di kelokan setelah blok daun kelapa.

Los ayam potong dan daging ini selalu ramai dan di luarnya penuh dengan motor yang diparkirkan. Di depan los ayam potong terdapat los ayam hidup, tempat penjualan ayam yang masih hidup dan tempat menjagalnya.

Los ayam potong berada di lantai bawah. Jadi kita harus rela menuruni beberapa anak tangga untuk mencapainya. Aroma anyir daging ayam langsung tercium begitu memasuki ruangan pasar. Deretan pedagang ayam terlihat sibuk melayani pembeli yang berjejalan.

Aku berputar-putar sejenak dengan mata yang jelalatan kesana-kemari. Menelisik ke setiap tumpukan daging ayam dan mencari di manakah ada tumpukan kepala ayam. Harga kepala ayam di pasar ini kalau bisa dibilang cukup murah namun fluktuatif. Harga berkisar 600-1000 rupiah perpotong. Kadang bisa menemukan kepala ayam es yang dibanderol Rp 500 saja. Tentunya harga ini termasuk sangat murah bukan.

Kalau mencari kepala ayam harus di pagi hari. Kalau kesiangan sedikit saja dijamin habis diborong oleh pembeli. Kali ini aku membeli tujuh belas potong kepala ayam yang cukup ku bayar dengan uang Rp 9.000.

Oh ya walaupun sudah ditarik retribusi di pintu masuk kita juga masih harus membayar parkir lho. Motor langsung aku arahkan ke pintu keluar. Namun aku tak memilih pitu keluar utama. Pintu tikuslah yang ku pilih. Akhirnya aku pulang membawa sarapan untuk retic kesayanganku di rumah.

2 komentar:

  1. jadi inget kalo mo mudik ke pwt.he he he :D

    BalasHapus
  2. loh apa hubungannya mudik dengan jatinegara..??

    BalasHapus

Ayo ungkapkan pendapat kamu...