Pages

WATERWAY, ANGKUTAN AIR MASA DEPAN

Oleh wongbanyumas

Jakarta merupakan ibukota Indonesia sekaligus sebagai pusat perekonomian. Jakarta didiami oleh banyak golongan dan berasal dari berbagai daerah. Sebagai pusat perekonomian tentunya Jakarta memiliki daya tarik yang cukup besar bagi warga daerah sekitarnya. Maraknya pusat-pusat bisnis di sana menarik minat warga dari daerah lain untuk mencari penghidupan di Jakarta. Banyak pekerja yang berasal dari daerah penyangga ibukota, seperti Depok, Bekasi, Tanggerang, dan Bogor. Mereka menuju kantor mereka dengan berbagai sarana pengengkutan. Antara lain mobil, baik milik pribadi atau angkutan umum; sepeda motor; dan juga kereta listrik (KRL).

Banyaknya arus kendaraan menuju Jakarta menimbulkan berbagai masalah. Masalah yang timbul akibat kepadatan arus kendaraan adalah tingginya polusi udara dan kemacetan. Polusi udara cukup memprihatinkan. Setiap harinya ribuan kubik asap knalpot dibuang ke udara bebas yang menimbulkan berbagai penyakit. Kemacetan di Jakarta sudah menjadi santapan sehari-hari para pekerja. Setiap pagi dan petang Jakarta berhenti sejenak akibat kemacetan yang sangat parah. Banyak kerugian yang muncul akiabat adanya kemacetan.

Banyak solusi yang ditawarkan oleh pemerintah DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan. Sistem three in one yang diberlakukan serasa kurang efektif. Proyek busway yang digulirkan oleh mantan gubernur Sutuyo kini menimbulkan permasalahan baru. Monorail yang diharapkan akan mampu memecahkan permasalan sampai kini tak kunjung selesai. Sepertinya masalah kemacetan jakarta belum berakhir. Kemudian lahir gagasan mengenai angkutan sungai yang lebih populer dengan waterway.

Sangat menarik untuk membahas mengenai angkutan air di Indonesia. Terutama angkutan air yang berada di darat. Karena penulis melihat sangat jarang studi mengenai transportasi di perairan darat. Untuk itulah dalam makalah ini saya mencoba untuk menggali lebih lanjut mengenai waterway sebagai moda transportasi sungai di Jakarta.


pengangkutan perairan darat
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai moda transportasi waterway yang notabene merupakan sarana angkutan sungai, kita harus mengetahui tentang definisi transportasi dan pengangkutan. Transportasi berasal dari kata trans yang berarti seberang dan portare yang berarti mengangkut. Jadi transportasi adalah mengangkut atau membawa sesuatu dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Pengangkutan adalah perjanjian timbal balik antara pengangkut dengan pengirim dimana pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dan atau orang ketempat tujuan dengan selamat. Sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk membayar ongkos angkut.

Pengangkutan perairan darat adalah pengangkutan yang dilakukan di perairan selain di laut. Perairan darat meliputi sungai, waduk, dan danau. Pada makalah ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai pengangkutan sungai.

a.Pembagian alat pengangkutan air
Dalam melakukan pengangkutan berdasarkan fungsinya ada beberapa jenis kapal yang dipakai, antara lain :

1.Kapal penumpang (pasengger vessels)
Adalah kapal yang muatan utamanya adalah penumpang berupa orang. Dan mampu menampung lebih dari 12 orang.

2.Kapal muatan (freight vessels)
Kapal yang digunakan untuk mengangkut barang. Biasanya dilengkapi ruangan khusus untuk penyimpanan barang.

3.Gabungan antara kapal barang dengan kapal muatan
Kapal ini dapat mengangkut orang dengan barang sekaligus.

4.Kapal tankers
Kapal ini dilengkapi tangki yang sangat besar. Kapal yang muatannya biasanya berupa zat cair, terutama minyak.


Berdasarkan pada cara beroperasinya pengangkut dapat dibedakan menjadi
1.Pelayanan tetap (line carrier)
Bahwa kapal yang beroperasi menggunakan tarif, jadwal, dan rute yang tetap dan sudah ada sebelum terjadinya perjanjian pengangkutan.

2.Pelayanan tidak tetap (tramp vessels operation)
Tarif, rute ,dan jadwal pemberangkatan dibuat setelah ada perjanjian pengangkutan. Tergantung pada permintaan konsumen.

b.Sejarah pengangkutan sungai di Jakarta
Sejarah pengangkutan sungai di Indonesia dimulai sejak lama. Sejak jaman pra sejarah manusia telah melakukan aktivitas hidup. Pada awal mulanya perahu yang digunakan berupa batang kayu besar yang diberi lubang ditengah. Perlahan pemikiran manusia semakin maju, berbagai jenis perahu mulai tercipta. Mulai dari rakit bambu (getek), perahu lesung, sampan, sampai perahu boat yang menggunakan tenaga mesin. Pada masa pemerintahan manta Presiden Soeharto digalakkan pengangkutan melalui sungai terutama di daerah pedalaman Kalimantan. Sungai dijadikan sarana untuk mengantarkan kayu-kayu hasil tebangan menuju tempat penampungan.

Di Jakarta sendiri pengangkutan sungai telah populer sejak zaman kerajaan, saat itu Kali Angke yang bermuara di Muara Angke merupakan jalur utama bagi masyarakat untuk melakukan hubungan dengan daerah lain. Sebab sejak awal Jakarta sebelum maju seperti saat ini adalah hamparan rawa yang sangat luas dan dipenuhi dengan hutan bakau. Sisa-sisa rawa dapat dilihat di daerah muara-muara sungai di Jakarta. Bahkan kawasan wisata Ancol dahulu adalah hutan mangrove. Karena daerah Jakarta merupakan rawa berair maka angkutan sungai saat itu berperan sangat besar terhadap perkembangan kota Jakarta.

Ketika masa penjajahan kolonial Belanda jalur transportasi sungai mendapatkan perhatian dari gubernur jendral saat itu. Kota Jakarta yang dahulu bernama Batavia mempunyai sungai yang cukup banyak. Sungai-sungai yang ada di Jakarta mendapatkan debit air dari daerah Bogor. Maka pemerintah kolonial saat itu memerintahkan untuk membangun Bendungan Katulampah. Fungsi bendungan ini adalah untuk menjaga agar debit air di sungai tetap stabil.

Pemerintah Belanda sejak jaman dahulu memiliki sistem transportasi sungai yang baik. Sungai yang mengalir di daerah Amsterdaam maupun Eindhovend dipergunakan sebagai jalur transportasi. Ada beberapa sungai yang sejak jaman dahulu menjadi jalur transportasi utama di Jakarta. Antara lain Sungai Tiram di daerah Marunda, Kali koja, Kali Sunter, Kali angke, dan Kali Ciliwung. Kali Sunter dan Sungai Tiram pada awal abad 18 merupakan Jalur perdaganagan yang sangat strategis. Dengan sungai yang besar kapal-kapal niaga berukuran sedang dapat berlayar melalui sungai. Saat itu infrastruktur seperti dermaga telah dipersiapkan oleh pemerintahan kolonial. Jembatan yang dapat terbuka ketika perahu lewat juga tersedia, ini dapat dibuktikan disekitar kawasan wisata kota tua.

Perlahan sungai-sungai tersebut berkembang sangat pesat. Pada masa kemerdekaan sungai yang ada di Jakarta dijadikan tempat pembuangan mayat korban pembantaian yang dilakukan oleh tentara Belanda. Banyaknya bangkai di sungai mengakibatkan bau yang sangat busuk sehingga orang enggan untuk bepergian dengan perahu. Hal ini berlangsung sampai masa awal kemerdekaan. Sungai selalu dipenuhi dengan jasad para pejuang.

Semakin lama Kota Jakarta berkembang sangat pesat. Pada jaman Orde Baru yang bersifat sentralistis, mengakibatkan Jakarta semakin padat dan angkutan sungai mulai ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh karena banyaknya sampah dan pemukiman kumuh di bantaran kali.

Waterway di Jakarta

Kepadatan yang melanda kawasan ibukota Jakarta yang merupakan ibukuota negara menjadi tugas berat bagi pemerintah. Bagaimana tidak? tiap harinya ribuan kendaraan yang berasal dari daerah penyangga masuk ke Ibu kota Jakarta untuk melakukan aktivitas. Tak pelak hal ini menimbulkan kemacetan yang amat berkepanjangan. Maka pemerintah DKI Jakarta meluncurkan sistem transportasi baru yang diberi nama waterway.

Mungkin masih banyak orang yang bertanya-tanya, apa itu waterway. Waterway dalam bahasa Inggris berarti jalan air. Waterway merupakan sistem transportasi yang melalui sungai di Jakarta. Sistem transportasi ini menggunakan perahu boat sebagai sarana pengangkutan utama. Waterway resmi diluncurkan pada tanggal 6 Juni 2007. Peresmian waterway dilakukan oleh Sutiyoso selaku penggagas ide waterway. Waterway merupakan bagian dari sistem transportasi makro yang meliputi busway dengan transjakarta; mass rapid transit dengan monorail; light rapid transit dengan kereta listrik green line dan blue line serta jalur transportasi dalam kota melalui jalan raya dan jalan tol.

Waterway mulai beroperasi dan sejak peresmian rute Halimun-Karet sepanjang 1,7 kilometer oleh Gubernur Sutiyoso pada 6 Juni 2007. Rute ini merupakan bagian dari perencanaan rute Manggarai-Karet sepanjang 3,6 kilometer. Waterway merupakan kelanjutan dari pengoperasian sistem transportasi TransJakarta. Untuk mengawali Waterways, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan dua unit kapal yang masing-masing berkapasitas 28 orang yang disebut KM Kerapu III dan KM Kerapu IV yang berkecepatan maksimal 8 knot.

Waterway sendiri saat ini pengoperasiannya masih terbatas dan jumlah dermaga masih terbatas. Rencananya pada tiap dermaga waterway akan terhubung dengan moda transprtasi lain. Misalnya saat ini dermaga dukuh atas langsung berhubungan dengan stasiun KRL blue line. Dermaga karet akan terhubung dengan halte busway. Perencanaan yang matang dalam membuat suatu pola rantai sistem transportasi kota Jakarata sangat penting. Sebab hal ini akan mempengaruhi tata kota dan aktivitas masyarakat akan lebih mudah karena lengkapnya fasilitas penunjang berupa alat transportasi.
Waterway merupakan segbuah perencanaan besar bagi tata kota Jakarta.

Dengan kehadiran waterway diharapkan agar memberikan pilihan bagi warga masyarakat untuk menentukan sarana transportasi. Berdasarkan masterplan kota Jakarta peninggalan penjajah Belanda seharusnya di Jakarta dibangun kanal. Kanal ini yang akan mengalirkan air sungai menuju teluk Jakarta. Selain untuk mengalirkan air kanal juga berfungsi sebagai sarana penanggulangan banjir dan juga sebagai sarana transportasi. Namun sampai saat ini realisai kanal tersebut baru setengan jalan. Sampai saat ini hanya ada banjir kanal barat. Sedangkan pengerjaan banjir kanal timur sampai saat ini masih tersendat.

Dengan dibangunnya banjir kanal timur kita dapat berharap bahwa nantinya kanal tersebut akan dapat kita manfaatkan untuk sarana transportasi. Jika proyek ini selesai maka menurut planning maka waterway akan melintasi kota Jakarta dari barat sampai wilayah timur. Saat ini sedang dikaji juga rute baru sepanjang 5km, yaitu Teluk Gong - Pesing / Muara Angke. Diharapkan dengan adanya rute baru akan membuat masyarakat tertarik untuk naik sarana transportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadi.

Mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang menggagas ide pengadaan moda transportasi waterway sepertinya melihat jauh ke depan mengenai potensi sungai yang ada di Jakarta. Secara geografis topografi Jakarta adalah topografi halus dimana sungai yang ada berarus tenang. Letak Jakarta yang berada pada dataran rendah juga memungkinkan diadakannya moda transportasi angkutan darat.

Karena waterway sifatnya masih dalam tahap uji coba maka armada yang diturunkan sedikit dan waktu beropersinya masih kurang panjang. Waterway beroperasi dari pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB pagi dan pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB sore. Dirasakan jam beroperasinya waterway ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan kebutuhan akan sarana transportasi yang menunjang aktivitas dan mobilitas warga kota.

Pada awal perencanaannya, proyek ini mendapatkan cemooh dari berbagai pihak. Banyak pihak yang menganggap proyek ini terlalu terburu-buru dan tanpa planning yang matang. Senasib dengan busway, ternyata perlahan waterway menarik perhatian pengguna transportasi. Mereka mulai melirik sarana transportasi air ini. Dengan alasan mencoba-coba atau memang tertarik dengan moda transportasi air, banyak orang yang mulai merasakan naik moda transportasi yang mengenakan tarif sebesar Rp 3.000 per penumpang.

Antusiasme masyarakat sejak awal memang sudah besar. Sejak dua minggu dioperasikan, antusias masyarakat terhadap transportasi waterway ini cukup banyak. Pasalnya, pada hari pertama dioperasikan penumpang yang naik ke waterway berjumlah 930 orang. Semakin lama penumpang waterway menunjukkan grafik yang menanjak.

Kendala dalam pengoperasian waterway
Sebagai sebuah sarana yang menjadi trend baru warga ibu kota. Waterway memang masih menghadapi banyak kendala deala beroperasi. Padahal banyak pula warga masyarakat yang ingin menikmati rasanya naik waterway. Sebagai sebuah sarana penunjang utama seharusnya sarana transportasi mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Kendala yang sering dihadapi dalam pengoperasia waterway cukup banyak, antara lain:

1.Sampah
Sampah memang sudah menjadi santapan pemandangan warga ibukota sehari-hari. Sampah banyak menggunung di tempat pembuangan sampah. Namun sayang tempat pembuangan sampah yang ada adalah sungai atau kali. Setiap hari ribuan kubik sampah mengalir deras di sungai-sungai. Kesadaran warga akan kebersihan juga sangat kurang.

Pada peresmian pertama pun waterway mengalami kendala. Salah satu kapal yang beroperasi saat itu sempat terhenti sampai beberapa saat. Tak lain tak bukan penyebabnya adalah baling-balin mesin terlilit dengan sampah. Sehingga motor tidak dapat berjalan dengan baik. Sehingga sampah tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu.

Tak hanya mengganggu mesin motor. Sampah juga menimbulkan bau yang sangat luar biasa busuk. Jika tercampur dengan air maka proses pembusukan akan berjalan dengan cepat sehingga aroma tak sedap akan menguap dan memenuhi segenap ruangan kapal boat. Tentu saja hal ini sangat tidak nyaman dan megenakkan bagi para penumpang. Mereka menginginkan sarana transportasi yang nyaman.

Selain bau sampah juga menimbulkan berbagai penyakit. Kotoran yang ada pada sampah akan dipenuhi kuman dan bakteri juga lalat. Lalat yang hinggap di sampah akan membawa bibit penyakit pada para penumpang bila lalat tersebut hinggap pada tubuh penumpang. Semisal seorang anak yang sedang makan permen dan dihinggapi lalat. Maka akan tersebut akan sakit akibat bibit penyakit dari lalat.

2.Lumpur
Sebagian besar sungai yang ada di Jakarta mendapatkan curahan air dari sungai-sungai yang ada di daerah penyangga, terutama dari Cisarua, Bogor. Sebagai daerah dataran tinggi Bogor mempunyai curah hujan yang cukup tinggi. Hampir dapat dipastikan setiap satu minggu terjadi hujan. Hujan tersebut akan mengalir menuju sungai. Aliran sungai tersebut membawa material lumpur dan tanah yang membentuk sedimentasi pada dasar sungai.

Lumpur yang dibawa oleh arus air sangai biasanya sifatnya sangat pekat dan tebal. Lumpur yang pekat dan tebal dapat mengganggu jalannya pengoperasian waterway. Baling-baling motor akan tersendat akibat mengenai lumpur pekat. Dan hal tersebut akan menimbulkan kerusakan pada mesin boat. Ini akan menjadi penghambat bagi masyarakat untuk menuju tempat tujuannya. Beberapa kali pemda telah melakukan upaya pengerukan lumpur namun hasilnya nihil sebab lumpur yang datang tetap besar. Sehingga upaya pengerukan menjadi sia-sia.

3.Kedalaman air
Sebagai kendaraan air tentu saja waterway bergantung pada debit air yang ada di sungai. Semakin banyak debit air makin memperlancar dalam melakukan perjalanan melalui air. Sebagian sungai di Jakarta memang tergantung pada kiriman air dari BOPUNCUR (Bogor, Puncak, dan Cianjur). Sehingga dalam pengoperasiannya tergantung curah hujan dan debit air dari wilayah tersebut. Pada musim penghujan tentusaja tidak menjadi masalah sebab kuantitas air sangat mencukupi. Lain halnya bila memasuki musim kering, dimana kedalaman air sungai yang biasanya mencapai 5-6 meter.

Pada musim kering kedalaman air sungai berkisar antara 2-3,5 meter tentu saja hal ini menjadi penghambat dalam pengoperasian waterway. Berdasarkan laporan pada awal Agustus pengoperasian waterway sempat dihentikan akibat debit air sungai yang berkurang. Dikhawatirkan jika terus beroperasi justru akan merusak mesin kapal akibat mengenai dasar sungai. Hal ini dapat diatasi dengan pengurangan jumlah penumpang.

4.Perlengkapan kapal
Sebuah kapal harus memenuhi syarat adanya perlengkapan kapal. Waterway sendiri saat ini dirasakan masih kurang dalam pemenuhan sarana. Kurangnya pelampung sebagai alat pengaman membuat penumpang masih belum merasa aman. Pihak penyedia jasa transportasi inji harus melengkapi kelengkapan kapal. Sebab hal ini akan berpengaruh terhadap pertanggung jawaban nahkoda terhadap penumpang bila mana terjadi kecelakaan.
Waterway dan kemacetan

Setiap hari warga Jakarta selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas dan kegiatan. Hal tersebut menuntut mobilitas yang tinggi dan ketepatan waktu. Namun sayang yang terjadi justru semakin tinggi mobilitas warga ibukota makin padat pula jalan-jalan yang ada. Semakin hari Jakarta semakin sesak dengan segala macam dan jenis kendaraan. Mulai roda dua sampai yang beroda enam. Mulai kendaraan dinas sampai kendaraan pribadi hasil kredit.

Kemacetan adalah fenomena utama di kota-kota metropolitan dunia. Hal tersebut menjadi konsekuensi logis dengan adanya pembangunan yang begitu cepat dan pesat di daerah perkotaan. Dalam teori transportasi dinyatakan bahwa kemacetan merupakan puncak stagnasi lalu lintas kota. Kemacetan adalah dampak dari banyaknya jumlah kendaraan yang berlalu lintas di jalan.

Diprediksi bahwa pada tahun 2015 kota jakarta akan terjadi stagnasi dimana kemacetan akan terjadi sejak kita keluar dari garasi rumah kita. Banyaknya kendaraan tidak diimbangi dengan pembangunan jalan. Justru saat ini yang banyak adalah pembangunan pusat-pusat perbalanjaan. Seharusnya pemerinyah mengalokasikan dana untuk pembangunan infra struktur jalan raya.

Kamacetan memilik banyak dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat. Secara kasat mata kita dapat melihat bahwa kemacetan dapat mengurangi waktu kita dalam beraktivitas. Padahal kita semua mengetahui bahwa waktu sanagt berharga. Sebagian waktu kita justru dihabiskan di perjalanan. Berdasarkan penelitian warga Jakarta menghabiskan seperempat hidupnya di jalan akibat kemacetan.

Kemacetan secara psikologis akan menimbulkan stress yang akut. Setiap hari kita dihadapkan pada pemandangan yang sama yaitu kemacetan. Hal ini dsapat menyulut emosi apabila terjadi suatu gesekan konflik di tengah jalan. Tak jarang dapat disaksikan bahwa para pengendara akan selalu mengumpat dan mengatakan kata-kata kasar jika macet semakin parah. Tekanan hidup yang semakin besar akan membuat umur organ tubuh berkurang sehingga ancaman gangguan kejiwan sangat besar akibat kemacetan.

Secara medis kemacetan akan menimbulkan nnamyak penyakit. Asap knalpot yang setiap harinya membumbung tinggi dapat masuk ke dalam paru-paru dan dapat menimbulkan asma. Yang lebih berbahaya adalah apabila asap knalpot yang mengandung Mercury dan Plumbum/timbal terhirup dan masuk ke dalam darah. Tentu saja efeknya sangat merugikan bagi tubuh.

Dari segi ekonomis kemacetan akan sangat merugikan. Dengan terjebak kemacetan berarti kita menghabiskan bakar (BBM) sebab mesin harus tetap menyala. Bukankah lebih ekonomis jika kita naik sarana transportasi umum dari pada kendaraan pribadi. Busway sebagai pelopor revolusi angkutan massal memberikan keleluasaan bagi kita. Transportasi yang akan dikenai tarif flat RP 5.000 dikatan sudah cukup ideal. Pelayanan yang baik dan fasilitas yang memadai menjadikan busway sebagai sarana transportasi umum terfavorit saat ini.

Kemacetan yang terjadi memang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh busway. Sistem transportasi makro harus didukung oleh berbagai macam moda transportasi. Rencana ke depan Pemerintah Provinsi Jakarta akan melakukan pembangunan monorail dan subway. Kemacetan harus diselesaikan bersama dan harus ada kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan sarana transportasi umum.

Waterway sebagai moda transportasi air tentu saja memiliki kekurangan dan kelebihan. Kendala yang telah disebutkan diatas merupakan kekurangan dalam pengopersian waterway. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk menjadikan waterway sebagai fasilitas transportasi. Waterway sejak awal menarik perhatian masyarakat.

Waterway merupakan sarana transportasi umum pertama yang dlakukan di sungai. Yang menjadikan masyarakat malas memanfaatkan aliran sungai adalah bahwa sungai yang ada di Jakarta sangat tidak mendukung. Banyaknya sampah dan bau yang luar biasa menjadi penghambat pengembangan transportasi air. Alangkah indahnya jika sungai yang mengalir berair jernih tanpa sampah.

Ide transportasi air di Jakarta sebagai bentuk transportasi alternatif. Waterway di negara lain sudah berkembang pesat. Jakarta mengadopsi sistem yang ada di Belanda dan Singapura. Di Indonesia sebenarnya sistem transportasi sungai cukup marak. Di daerah sungai Kapuas, Musi, dan Mahakam angkutan sungai merupakan moda transportasi utama. Warga lakukan aktivitas melalui sungai.


Potensi dan prospek waterway di masa depan
Sebagai sarana transportasi baru tentu saja waterway mendatangkan banyak reaksi dari masyarakat. Tak hanya mencemooh namun banyak pula yang berharap akan prospek dan potensi waterway di masa yang akan datang. Sebab selama ini di Jakarta sungai sangat jarang dimanfaatkan sebagai jalur transportasi masyarakat. Banyak yang berharap waterway akan berkembang menjadi sarana transportasi yang memadai dan semakin mendukung mobilitas masyarakat.

Alternatif transportasi
Sejak awal peresmian waterway merupakan bagian dari sistem transportasi makro tata kota Jakarta. Selama ini masyarakat hanya bergantung pada pengangkutan jalan raya. Angkutan jalan raya menjadi angkutan utama bagi masyarakat sehari-hari. Tanpa disadari semakin hari jumlah kendaraan semakin banyak dan membuat jalan semakin padat. Tiap tahunnya ribuan kendaraan bermotor bertambah, hal ini berdasarkan data dari Gaikindo.

Waterway diharapkan mampu menjadi salah satu pemecahan masalaj sarana transportasi di Jakarta. Kedepannya waterway harus dimaksimalkan dan difungsikan secara optimal.
Kelebihan yang dimiliki oleh moda transportasi ini adalah bebas dari kemacetan. Kendaraan air dapat bergerak secar leluasa tanpa terhadang oleh kepadatan kendaraan. Hal seperti seharusnya membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mencoba sarana transportasi baru.

Selain bebas macet waterway juga memilik waktu tempuh yang relatif lebih cepat dari angkutan jalan raya ketika menghadapi macet. Tetapi waterway juga harus dibantu. Dengan adanya halte busway penumbang dapat meneruskan perjalanan tanpa terjebak macet. Hal ini menjadi nilai positif tersendiri. Masyarakat harus mulai berfikir untuk beralih ke waterway.

Wahana pendidikan dan wisata
Tak hanya sebagai sarana transportasi bagi warga kota. Waterway juga dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan dan wisata. Wisata menelusuri sungai bisa dikatakan sangat jarang. Dengan keberadaan waterway dapat menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat. Kejenuhan di tempat kerja dapat dilepaskan sambil menikmati pemandangan sekitar bantaran sungai. Beruntung jalur yang digunakan waterway tidak terlalu banyak sampah sehingga gangguan relatif sedikit.

Potensi wisata yang dimiliki oleh sungai yang mengalir di Jakarta cukup besar. Jakarta dikenal memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Sebab sejak awal jakarta (Batavia) adalah satu bandar besar dalam perdagangan dimasa lampau. Jakarta juga menjadi pusat pemerintahan sejak jaman kolonial. Waisata menelusuri daerah kota tua cukup mampu menarik wisatawan.

Proses belajar tak hanya dilakukan di kelas tapi juga dapat dilakukan langsung di lapangan. Dengan adanya sarana angkutan sungai turut membantu bagi pelajar atau kalangan umum untuk mempelajari daerah perairan sungai di Jakarta. Jarang sekali ada warga yang mempelajari sungai. Sebab selama ini sungai identik dengan kotoran dan sampah. Dengan adanya waterway akan mengikis anggapan buruk masyarakat. Melalui sungai kita juga dapat memperoleh pengetahuan.

Dapat diambil kesimpulan bahwa waterway merupakan moda transportasi baru yang diadakan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat. Selama pengoperasiannya waterway juga masih mengalami beberapa kendala. Waterway sendiri diharapkan akan mampu mengatasi kemacetan di Jakarta. Prospek waterway di masa depan cukup cerah sebab selama ini sungai masih kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Banyak potensai dari moda angkutan sungai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo ungkapkan pendapat kamu...